Pengaruh Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan (LAKU) Penyuluh Pertanian Terhadap Perubahan Perilaku Petani Padi Sawah (Studi Kasus di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi)

Article History

Submited : February 9, 2022
Published : April 20, 2022

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian pengaruh simultan dan parsial Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan (LAKU) Penyuluh Pertanian Terhadap Perubahan Perilaku Petani Padi Sawah (Studi Kasus Di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei observasi lapangan, wawancara dan membagikan kuisioner terhadap 68 orang petani padi sawah sebagai responden. Teknik analisis data penelitian adalah regresi linear berganda. Hasil Uji F membuktikan bahwa Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan (LAKU) Penyuluh Pertanian secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku petani padi sawah di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Hasil Uji t membuktikan bahwa : (1) Sistem Kerja Latihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan perilaku petani padi sawah, (2) Sistem Kerja Kunjungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perubahan perilaku petani padi sawah di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Kesimpulan (1) Sistem kerja latihan dan kunjungan (LAKU) masih relevan untuk diterapkan pada era perkembangan teknologi komunikasi yang semakin terbuka dalam merubah perilaku petani padi sawah di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, (2) Sistem kerja latihan dan kunjungan (LAKU) secara simultan berpengaruh terhadap perubahan perilaku petani padi sawah di  Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, (3) Sistem kerja latihan secara parsial berpengaruh terhadap perubahan perilaku petani padi sawah di  Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi, (4) Sistem kerja kunjungan secara parsial berpengaruh terhadap perubahan perilaku petani padi sawah di  Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi.

Aida Vitalya. 2005. Revitalisasi Penyuluh Pertanian. Badan SDM departemen Pertanian.Jakarta.

Anang, R .2014. Komunikasi Pemerintah Daerah Dalam Mengimplementasikan UU Nomor 32 tahun 2004 (Studi Kasus Dikota Palembang Provinsi Sumatera Selatan). Disertasi Ilmu Komunikasi Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran Bandung (Tidak Dipublikasikan).

Anonimous, 1999. Pedoman Monitoring dan Evaluasi Penyuluhan Pertanian. Departemen Pertanian Pusat Penyuluhan Pertanian. Jakarta

Anuar Rasyid, 2012. Metode Komunikasi Penyuluhan Pada Petani Sawah, Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Riau, Jurnal Ilmu Komunikasi, 1 (1); 1-55.

Bahua Muhamad I, 2016. Kinerja Penyuluh Pertanian. Deepublish Yogjakarta

BPSDM-Pertanian Kementerian Pertanian 2016. Pedoman Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Penyuluh Pertanian, Pusat Penyuluhan Pertanian.

Departemen Pertanian Republik Indonesia. 2009. Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian. Modul Pembekalan THL TB Penyuluh Pertanian.

Dwi Sadono, 2009. Perkembangan Pola Komunikasi dalam Penyuluhan Pertanian di Indonesia. Jurnal Komunikasi Pembangunan Mayor Komunikasi Pembangunan, Gedung Departemen KPM IPB. 7 (2); 1693-3699.

Fathoni, 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia, Rineka Cipta. Bandung

Hadi, Agus Purbathin, 1998. Strategi Komunikasi Dalam Mengantisipasi Kegagalan Penerapan Teknologi Oleh Petani, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Mataram. http://suniscome.50webs.com. Komunikasi.pdf, diakses tanggal 12 februari 2015

Hafsah, 2006. Penguatan Kelembagaan Sosial Ekonomi Masyarakat. PT.Dunia Pustaka Jaya. Jakarta.

Iman Sungkawa, Achmad Jaeroni Dan Yanesa Ayu Prahatsi, 2015. Hubungan Metode Pelatihan Dan Kunjungan (Laku) Penyuluh Pertanian Lapangan (Ppl) Dengan Penerapan Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (Ptt) Padi Sawah. (Kasus Pada Kelompok Tani Jati Lawang Dan Pasir Bentang Di Desa Cisaat, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon) Jurnal Agrijati 28 (1): 68-78.

Jonatan Sarwono, 2009, Panduan Statisik Itu Mudah, Statistik Menggunakan SPSS 16, Penerbit Andi Yogyakarta, Yogyakarta

Kartasapoetra. A. G. 1998. Teknologi Penyuluhan Pertanian. Bumi Aksara. Jakarta.

Kausar, Cepriadi.,Taufik, Riaunika., dan Lena, Marjelita, 2010. Peranan Penyuluh Pertanaian Pada Kelompok Tani Di Kota Pekanbaru, Laboratorium Komunikasi dan Sosiologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Riau, https://www.google.co.id, diakses tanggal 17 maret 2015

Mardikanto T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) UNS dan UPT Penerbitan dan Pencetakan UNS (UNS Press).

Moleong, Lexy J. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Narbuko dan Achmadi. 2012. Metodologi Penelitian. Bumi Aksara. Jakarta. Indonesia.

Nawawi, Hadari. 2003. Metode Penelitian Bidang Sosial. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Nazir, Moh. 1999. Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta

Noor, Juliansyah. 2011. Metodelogi Penelitian. Prenadamedia Group. Jakarta, Indonesia

Peraturan Menteri Pertanian Repubik Indonesia Nomor ; 273/Kpts/Ot.160/4/2007, Tentang Pedoman Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan (LAKU), Jakarta

-------------, Nomor : 82/Permentan/ OT.140/8/2013, Tentang Pedoman Sistem Kerja Latihan Dan Kunjungan (LAKU), Jakarta

-------------, Nomor 91/Permentan/OT.140/9/2013

Tentang Pedoman evaluasi kinerja penyuluh pertanian. Deptan RI.

Rahadian, A.H. 2008. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Implemetasi Kibijakan Penyuluhan Pertanian Dalam Mewujudkan Kemandirian Kelokpok Tani. Studi Kasus Di Kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ekonomi, Vol. XXVI; 120-131.

Rifai, MA 2000. Reorientasi Penyuluhan Pertanian, Prasayarat Pertanian Kerakyatan. Sinar Tani, 28 Juni-4 Juli 1999 No. 2848 Tahun XXX.

Risyart, A. Far-Far, 2011. Hubungan Komunikasi Interpersonal Dengan Perilaku Petani Dalam Bercocok Tanam Padi Sawah Di Desa Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Budidaya Pertanian, 7 (2); 100-106.

Robbins, S.P. 1986. Organizational Behaviour, Prentice Hall, Sidding.

Samsudin S. 1982. Dasar-Dasar Penyuluhan dan Modernisasi Pertanian, Binacipta, Bandung

Setiana,L. 2005. Teknik Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat. Penerbit ANDI Yogyakarta. 137 hal.

Sevilla CG. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia Press
Simanjuntak, Bungaran Antonius. 2010. Otonomi Daerah, Etnonasionalisme, dan Masa Depan Indonesia: Berapa Persen Lagi Tanah Dan Air Nusantara Milik Rakyat. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Jakarta.

Soemartono dan Bahrin Samad, 1992. Bercocok Tanam Padi, CV Yasaguna, Jakarta

Sofyan Arsyad, Bahrin Samad, Husainy Azharny, 1984. Ilmu Iklim dan Pengairan, CV Yasaguna, Jakarta.

Sugeng, HR. 2001. Bercocok Tanam Padi, Aneka Ilmu, Semarang

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suharsimi Arikunto, 2010, Manajemen Penelitian, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta.

Sukaryo,Dadi G. 1982. Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan dalam Sektor Pertanian. Kumpulan Bahan Pelajaran Latihan Penyuluhan Petanian Spesialis Dasar.IPLPP Ciawi.Bogor

Sumardjo. 1999. Disertasi Transformasi Model Penyuluhan Pertanian Menuju Pengembangan Kemandirian Petani. (kasus di Propinsi Jawa Barat) 1999

Susanti M, Rosnita, Roza Y. 2016, Analisis Kinerja Lembaga Penyuluhan di Kabupaten Indragiri Hulu, Jurnal Ilmiah Pertanian Vol, 13 No. 2. hal 23- 37.

Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 2006, Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan Dan Kehutanan, Jakarta.

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN).

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.

Usman, Husaini dan Akbar, P.S. 2017. Metodologi Penelitian Sosial. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Velix Wowor, 2012. Peranan Penyuluh Dalam Mendukung Ketahanan Pangan Dan Swasembada Beras, Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian, Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian Perikanan Dan Kehutanan, Di Provinsi Sulawesi Utara.

Wiriatmadja, S. 1983. Pokok-Pokok Penyuluhan Pertanian. CV Yasaguna. Jakarta.
Akrab, A., & Somba, B. E. (2022). Pengaruh Sistem Kerja Latihan dan Kunjungan (LAKU) Penyuluh Pertanian Terhadap Perubahan Perilaku Petani Padi Sawah (Studi Kasus di Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi). Agroland: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 29(1), 105 - 120. https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v29i1.1187
Fulltext