Komposisi dan Dominansi Gulma pada Pertanaman Wortel (Daucus carota L.) di Lahan Terasering Tanantovea
DOI:
https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v33i2.3086Keywords:
Gulma, Analisis Vegetasi, Wortel, SDR, KeanekaragamanAbstract
Gulma merupakan salah satu faktor pembatas produksi wortel sehingga identifikasi gulma dominan diperlukan sebagai dasar penyusunan strategi pengendalian yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis gulma dominan pada lahan wortel (Daucus carota L.) berdasarkan posisi terasering di Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–November 2025 di lahan budidaya wortel dengan dua posisi terasering, yaitu bagian bawah (970 mdpl) dan bagian atas (1.067 mdpl). Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode analisis vegetasi, sedangkan identifikasi dan analisis sampel gulma dilaksanakan di Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dan dominansi gulma berbeda pada kedua posisi terasering. Gulma dominan pada teras bawah berdasarkan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) adalah Ageratum conyzoides, Panicum repens, Eleusine indica, dan Ludwigia palustris, sedangkan pada teras atas didominasi oleh Ageratum conyzoides, Eleusine indica, dan Cyperus rotundus. Nilai indeks keanekaragaman gulma (H') tergolong sedang, yaitu 2,273 pada teras bawah dan 1,934 pada teras atas. Koefisien kesamaan komunitas gulma sebesar 53,76% menunjukkan tingkat kesamaan spesies yang sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan posisi terasering memengaruhi komposisi dan dominansi gulma sehingga strategi pengendalian gulma perlu disesuaikan dengan karakteristik gulma pada masing-masing posisi lahan.
Downloads
References
Ariningsih, E., & Sulistyani, R. 2020. Peran Sektor Hortikultura Dalam Pembangunan Pertanian Nasional. Jurnal Agribisnis Indonesia, 8(2), 101–110.
Arsyad, M., Wibowo, A., & Hasan, S. 2021. Pendekatan Ekosistem Lokal Dalam Pengendalian Gulma Berkelanjutan. Jurnal Agronomi Indonesia, 49(1), 22–29.
Az-Zahro, S., Nugroho, A., & Wicaksono, K. P. 2022. Weed Diversity In Irrigated Rice Field In Mulyorejo Village, Malang City, Indonesia. Jurnal Proteksi Tanaman, 6(2), 87–96.
Bayyinah, L. N., Pratama, R. A., & Mutala’liah. 2022. Analisis Vegetasi Gulma Pada Lahan Budidaya Jagung Di Arcawinangun, Purwokerto Timur, Banyumas. AGROSCRIPT: Journal Of Applied Agricultural Sciences, 4(2): 75–82.
BPS 2024. Produksi Tanaman Sayuran Sulteng. Diakses Pada Tanggal 06 Mei 2026, Dari Https://Www.Bps.Go.Id/Id/Statistics-Table/3/Zuhfd1jtzzj
Giménez-Valero, C., Maciá-Vázquez, A., Núñez-Gómez, D., Conesa, A., Lidón, V., Dan Melgarejo, P. 2025. Evolution Of The Soil Bacterial Community As A Function Of Crop Management: A Metagenomic Study In Orange Tree (Citrus Sinensis) Plantations.
Hamid, S., Hermita, N., Firnia, D., & Laila, A. 2024. Pengaruh Topografi Terhadap Keanekaragaman Gulma Dalam Budidaya Talas Beneng (Xanthosoma Undipes). Jurnal Ilmiah Membangun Desa Dan Pertanian, 9(5), 468–478.
Hossain, M., Begum, M., Hashem, A., Rahman, M., Ahmed, S., Hassan, M., Javed, T., Shabbir, R., Hadifa, A., Sabagh, A., & Bell, R. 2021 . Pengolahan Tanah Berjalur Dan Retensi Sisa Tanaman Mengurangi Ukuran Tetapi Meningkatkan Keanekaragaman Bank Benih Gulma Di Bawah Rotasi Tanaman Berbasis Padi Intensif Di Bangladesh. Agronomi , 11, 1164.
Nainggolan, D., Silitonga, H. S., & Hutapea, J. 2023. Pengaruh Teknik Budidaya Terhadap Keseragaman Ukuran Umbi Wortel (Daucus Carota L.) Di Dataran Tinggi. J.l Hortikultura Tropika, 10(1), 56–63.
Saputro, S. H., & Kusumaningsih, K. R. 2026. Pengaruh Herbisida Kontak dan Sistemik terhadap Pertumbuhan Kembali Gulma SETELAH Weeding Round 1 di Hutan Tanaman Industri. AGROFORETECH, 4 (1), 524-531.
Sembiring, D., Purba, M., & Hutajulu, T. 2020. Pengaruh Keberadaan Gulma Terhadap Produktivitas Tanaman Hortikultura. Jurnal Ilmu Pertanian Terapan, 5(3), 114–121.
Utami, S., & Rahadian, R. 2012. Kompetisi Gulma Dan Tanaman Wortel Pada Perlakuan Pupuk Organik Dan Effective Microorganisms. Bioma, 12(2), 40–43.
Https://Doi.Org/10.14710/Bioma.12.2.40-43 ,(Diakses 18 April 2026).
