Analisis Pendapatan Petani Penangkar Benih Padi (Oryza Sativa L.) Di Kabupaten Simalungun

Penulis

  • Dewi Sartika Laurencia Br. Manurung Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Siti Mardiana 2) Magister Agribisnis, Universitas Medan Area
  • Mitra Musika Lubis Magister Agribisnis, Universitas Medan Area

Kata Kunci:

Perbedaan Pendapatan, Penangkar Padi, Simalungun

Abstrak

Keberadaan petani penangkar benih adalah salah satu usaha pengembangan benih padi  yang ketersediaannya dari pemerintah sangat terbatas, sehingga beberapa petani penangkar benih padi memulai usaha perbenihan menggunakan modal pribadi sebagai usaha pribadi dan ada pula yang menggunakan fasilitas yang disediakan pemerintah. Pengelompokan petani penangkar benih di Kabupaten Simalungun ada dua jenis yakni penangkar benih binaan dan penangkar benih swadaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani penangkar benih padi binaan dan petani penangkar benih padi swadaya di Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan analisa pendapatan, uji normalitas, uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pendapatan petani penangkar benih padi binaan dan petani penangkar benih padi swadaya di Kabupaten Simalungun. Dari hasil uji normalitas diperoleh nilai Kolmogorov – Smirnov Z 0,368 > 0,05 yang menunjukkan bahwa, data terdistribusi normal. Hasil uji F diperoleh nilai F hitung >F tabel yang menunjukkan bahwa perbedaan pendapatan yang signifikan berdasarkan hasil analisis antara kelompok penangkar benih padi binaan dan penangkar benih padi swadaya. Dari hasil uji t diperoleh nilai t hitung> t tabel yang menunjukkan bahwa,  pendapatan petani penangkar benih binaan lebih kecil bila dibandingkan dengan penangkar benih padi swadaya.

Referensi

Diterbitkan

2020-06-23

Terbitan

Bagian

Articles