Akses dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga pada Daerah Lokus Stunting di Kabupaten Toli-toli

Penulis

  • Dewi Nur Asih Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Erny Erny Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Yulianti Kallaba Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Fahrudin Fahrudin Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Dian Safitri Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

DOI:

https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v31i1.1898

Kata Kunci:

Pendapatan, Akses Pangan, Ketahanan Pangan, Stunting

Abstrak

Akses pangan berkaitan dengan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan konsumsi pangan yang merupakan faktor langsung yang mempengaruhi masalah kesehatan dan gizi keluarga termasuk masalah stunting. Penelitian ini bertujuan: 1)Mengkaji pendapatan dan akses pangan rumah tangga pada lokus stunting di Kabupaten Tolitoli, 2) Menganalisis dan mengidentifikasi kondisi ketahanan pangan rumahtangga pada lokus stunting di Kabupaten Tolitoli. Metode pengambilan data menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif melalui survei, wawancara, observasi langsung, serta diskusi terfokus. Penentuan responden menggunakan tehnik PPS (Probability Proportionate to size) pada dua desa dengan tingkat prevalensi stunting tertinggi di Kecamatan Dampal Selatan, Kabupaten Tolitoli. Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan analisis ketahanan pangan. Hasil penelitian menunjukan pendapatan rumahtangga responden di lokasi penelitian 70,87% (Rp 991.667/bulan)  bersumber dari kegiatan pertanian namun tergolong rendah (Rp 33.055/hari) untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi keluarga. Akses pangan responden berdasarkan serapan energi berada dalam kondisi masih “kurang” yakni dibawah angka tetapan serapan energi sebesar 2.150 kkal/kap/hari. Sedangkan ketahanan rumahtangga yang diukur dari Pangsa Pengeluaran Pangan menunjukkan rumahtangga responden di lokus stunting tersebut tergolong dalam kategori “tidak tahan pangan”.

Referensi

Diterbitkan

2024-04-22

Terbitan

Bagian

Articles