Potensi Tegakan Eboni pada Hutan Alam di KPH Dampelas Tinombo Desa Tonggolobibi Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala

Penulis

  • Imran Rachman Jurusan kehutanan fakultas kehutanan universitas tadulako
  • Sudirman Dg Massiri Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako
  • Anwar Anwar Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v31i3.2348

Kata Kunci:

Tegakan Ebong, KPH Dampelas

Abstrak

Kayu eboni (Diospyroscelebeca Bakh.) merupakan jenis kayu mewah yang sudah terkenal, baik didalam negeri maupun di luar negeri. Bukan saja karena kekuatannya dan keawetannya, tetapi warna dan corak kayunya mempunyai nilai artistik tersendiri. Pemanfaatan potensi hasil hutan kayu yang terdapat pada tegakan hutan, untuk berbagai keperluan, dilakukan terhadap jenis-jenis yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Potensi tegakan Eboni di Areal KPH Dampelas Tinombo Desa Tonggolobibi Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala. Penelitian ini dilaksanakan bulan Mei sampai dengan bulan September 2024 dan menggunakan  metode survei sampling  jalur  sistematik, dengan luas 30 Ha dan jumlah jalur coba/sampling sebanyak 10 (sepuluh) buah dengan panjang jalur 15.000 meter, dan jarak antara sumbu jalur 500 meter.  Semua  pohon  yang  di  amati  berada  dalam  wadah sepanjang jalur pengamatan. Metode  sampling  jalur  sistematik  merupakan  suatu  metode  yang  ditentukan  berdasarkan  luas  tertentu  dari  unit  contohnya,  yakni  berdasarkan  dengan  unit  contoh  berbentuk  jalur  yang  terdistribusi  secara  sistematik.  Sistematik  di  sini  diartikan  bahwa  jalur  tersebar  merata  dengan  lebar  jalur  dan  jarak  antar  jalur  yang  selalu  tetap  dari  satu  jalur  ke  jalur  lainnya.metode ini menggunakan intensitas sebesar 4,25 %. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan  tentang Potensi Tegakan Eboni Pada Hutan Alam di KPH Dampelas Tinumbo Desa Tonggolobibi Kecamatan Sojol Kabupaten Donggala, dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan untuk tingkat semai adalah 18 pohon sedangkan tingkat pancang adalah 46 pohon.Berdasarkan rata-rata perhektar untuk tingkat tiang adalah 0,06 M³ sedangkan tingkat pohon adalah 0,20 M³.

Referensi

Diterbitkan

2024-12-16

Terbitan

Bagian

Articles