Pengaruh Konsentrasi Giberelin Terhadap Keberhasilan Penyambungan (Grafting) Tanaman Kamboja (Adenium Obesum)

Penulis

  • Nur Ainun Fakultas Pertanian, Prodi Agroteknologi, Universitas Tadulako
  • Syamsuddin Laude Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Abd Hadid Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

DOI:

https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v32i2.2425

Kata Kunci:

Desert Rose, Grafting, ZPT Giberelin

Abstrak

Kamboja (Adenium obesum) merupakan tanaman hias yang cukup populer di Indonesia karena bentuk bunganya yang indah dan memiliki nilai estetika tinggi. Salah satu upaya untuk memperoleh tanaman berbunga lebih cepat adalah melalui perbanyakan vegetatif dengan metode penyambungan (grafting). Teknik grafting dilakukan dengan menyambungkan batang bawah dan batang atas sehingga membentuk individu baru. Keberhasilan grafting sangat dipengaruhi oleh faktor fisiologis tanaman, terutama peran hormon pertumbuhan. Salah satu cara meningkatkan aktivitas hormon adalah dengan pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) seperti giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi giberelin terhadap keberhasilan grafting tanaman kamboja. Penelitian dilaksanakan di Perumahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) enam perlakuan: K0 (kontrol), K1 (50 ppm), K2 (100 ppm), K3 (150 ppm), K4 (200 ppm), dan K5 (250 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa giberelin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, tetapi tidak berpengaruh terhadap panjang tunas, jumlah daun, maupun diameter tunas. Konsentrasi terbaik diperoleh pada perlakuan K4 (200 ppm).

Referensi

Diterbitkan

2025-08-26

Terbitan

Bagian

Articles