Pengaruh Kombinasi Dekanter Solid dan Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Bibit Duku (Lansium domesticum Corr.) Varietas Kumpeh
DOI:
https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v32i3.2571Kata Kunci:
Duku, Mikoriza, Hara Tanah, Padatan DecanterAbstrak
Di Provinsi Jambi pada 4 tahun terakhir (2020-2023) produksi duku mengalami rata-rata penurunan 23%, yakni Tahun 2020 sebanyak 20.185,7 ton, Tahun 2021 sebanyak 18.072,3 ton, Tahun 2022 sebanyak 12.368,1 ton dan Tahun 2023 sebanyak 8.963,5 ton. kendala yang dihadapi yaitu lahan pertanian yang kurang subur karena lahan kering yang dominan jenis ultisol, salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produksi tanaman melalui pemberian pupuk organik dekanter solid dan pemanfaatan agen hayati (Fungi Mikoriza). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan dosis terbaik dekanter solid dan fungi mikoriza arbuskular (FMA) terhadap pertumbuhan bibit duku. Metode penelitian terdiri dari satu faktor yaitu kombinasi dekanter solid dan mikoriza dengan 9 taraf perlakuan yaitu : p0 (tanpa perlakuan), p1 (mikoriza 5 g polybag-1), p2 (mikoriza 10 g polybag-1), p3 (dekanter solid 50 g polybag-1), p4 (dekanter solid 50 g polybag-1 + mikoriza 5g polybag-1), p5 (dekanter solid 50 g polybag-1 + mikoriza 10 g polybag-1), p6 (dekanter solid 75 g polybag-1), p7 (dekanter solid 75 g polybag-1 + mikoriza 5 g polybag-1), p8 (dekanter solid 75 g polybag-1 + mikoriza 10 g polybag-1). Data hasil pengamatan diuji menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan untuk melihat perbedaan perlakuan digunakan uji DMRT pada taraf ? = 5 % (0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dekanter solid + mikoriza berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, berat kering tajuk, panjang akar, luas daun, dan presentasi infeksi akar. Dosis dekanter solid 75 g polybag-1 + mikoriza 5g bibit-1 merupakan kombinasi terbaik.
