Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tumpang Sari Jagung Manis dan Kacang Hijau Melalui Beberapa Dosis Pemupukan Anorganik

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v32i3.2645

Kata Kunci:

Dosis Pemupukan, Sistem Tanam, Tumpang Sari

Abstrak

Tumpangsari merupakan sistem budidaya dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman pada suatu lahan dalam waktu yang sama untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sistem tanam dan dosis pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis dan kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di lahan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman pada Oktober 2022–Januari 2023. Percobaan disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah sistem tanam yang terdiri atas monokultur jagung manis, monokultur kacang hijau, dan sistem tumpangsari. Faktor kedua adalah dosis pemupukan, yaitu 0%, 50%, 100%, dan 150% dari dosis rekomendasi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi nyata antara sistem tanam dan dosis pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis maupun kacang hijau. Namun demikian sistem tanam berpengaruh nyata terhadap bobot polong per tanaman kacang hijau, dengan sistem monokultur menghasilkan bobot polong tertinggi sebesar 6,62 g per tanaman. Dosis pemupukan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, bobot tongkol berkelobot, dan bobot tongkol tanpa kelobot. Dosis pemupukan 100% memberikan hasil terbaik pada seluruh parameter tersebut.

Referensi

Diterbitkan

2025-12-30

Terbitan

Bagian

Articles