Peningkatan Produksi Tanaman Singkong (Manihot esculenta Crantz) Dengan Pupuk Organik dan  Mikoriza Arbuskular pada Lahan Kering

Penulis

  • Hidayad Hidayad Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako.
  • Nur Edy
  • Desi Wahyunni Arsih
  • Irwan Lakani
  • Hasriyanty Hasriyanty
  • Mutmainah Mutmainah

DOI:

https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v33i2.3070

Kata Kunci:

Singkong, Pupuk Organik, Mikoriza Arbuskular, Lahan Kering

Abstrak

Singkong (Manihot esculenta Crantz) merupakan komoditas pangan lokal penting pada lahan kering dan berpotensi mendukung diversifikasi pangan. Namun, produktivitas singkong di lahan kering masih terkendala oleh keterbatasan ketersediaan air dan rendahnya kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh perlakuan pupuk organik dan mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman singkong pada lahan kering. Penelitian dilaksanakan pada Februari–September 2025 di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) nonfaktorial dengan satu faktor perlakuan yang terdiri atas lima taraf dan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas P0 (kontrol), P1 (pupuk organik 2 kg/tanaman), P2 (mikoriza arbuskular 20 g/tanaman), P3 (pupuk organik 1 kg/tanaman + mikoriza arbuskular 10 g/tanaman), dan P4 (pupuk organik 1,5 kg/tanaman + mikoriza arbuskular 5 g/tanaman). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah umbi, berat umbi, dan diameter umbi. Perlakuan P4 menghasilkan pertumbuhan vegetatif tertinggi, dengan tinggi tanaman 136,23 cm, jumlah daun 64,32 helai, dan diameter batang 8,00 cm, sedangkan P2 menghasilkan produksi umbi tertinggi, dengan jumlah umbi 21,33 buah/tanaman, berat umbi 6,88 kg/tanaman, dan diameter umbi 29,91 cm. Berdasarkan uji BNJ 5%, P4 berbeda nyata dengan P0 dan P1 pada variabel pertumbuhan vegetatif yang diamati, sedangkan P2 menunjukkan nilai tertinggi pada seluruh variabel hasil umbi dan berbeda nyata dengan P4 pada variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang menghasilkan pertumbuhan vegetatif tertinggi berbeda dengan perlakuan yang menghasilkan produksi umbi tertinggi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adelina, F., Estiasih, T., Widyaningsih, T. D., & Harijono, H. 2019. Beras tiruan berbasis ubi kayu. Jurnal Teknologi Pertanian, 20 (1), 11-24.

Arham, L. H., Maharani, Y. E. P., Marwan, R. L. D. P., Sulastri, M. R., Hakim, A., Safitri, N., & Jumiati, J. 2024. Teknologi pupuk kompos organik sebagai inovasi ramah lingkungan untuk menunjang penanaman pepaya california dalam mewujudkan pertanian maju dan berkelanjutan. In Prosiding Seminar Nasional Gelar Wicara 2 (1) 197-200.

Basri, A. H. H. 2018. Kajian peranan mikoriza dalam bidang pertanian. Agrica Ekstensia, 12(2), 74-78.

Carillo P, Kyratzis A, Kyriacou MC, Dell’Aversana E, Fusco GM, Corrado G &Rouphael Y 2020. Aksi biostimulator dari jamur mikoriza arbuskular meningkatkan produktivitas, kualitas fungsional dan sensorik pada varietas lokal tomat ceri ‘Piennolo del Vesuvio’. Agronomy, 10(6), 911.

Marlina, S. 2025. Karakteristik fisik dan kimia tepung singkong termodifikasi sebagai bahan baku alternatif produk pangan lokal. Jurnal Agroteknologi Indonesia, 1 (1), 10-17.

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2024. Statistik pertanian 2024. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Ramadhan, M. F. 2025. Potensi cover crop dalam meningkatkan kesuburan tanah di lahan kering. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 4(2), 479-483.

Sutari, W., Wicaksono, A. A., & Oktavia, A. R. 2020. Improvement of snap beans yield through the application of n, p, k and granule organic fertilizers on inceptisols soil. Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI), 11(3), 174-182.

Waluyo, T. 2020. Pemanfaatan hormon tumbuh organik untuk meningkatkan prduktivitas singkong hasil eksplorasi seleksi bibit unggul. Ilmu dan Budaya, 41(70).

Gamasari, E. P., Prihantoro, I., & Ridla, M. 2022. Efektivitas level dosis fungi mikoriza arbuskula (FMA) pada hasil produksi tanaman jagung (Zea mays l.) sebagai hijauan pakan. Jurnal Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, 20(1), 1-6.

Hardiani, S., & Hapsari, D. P. 2024. Pertumbuhan varietas ubi kayu (Manihot esculenta crantz.) Pada perlakuan irigasi simulasi kondisi bulan kering. Buletin Agrohorti, 12(2), 216-226.

Mangungsong, A. Soemarsono, & Zudri, F.2019. Pemanfaatan mikroba tanah dalam pembuatan pupuk organik serta peranannya terhadap tanah aluvial dan pertumbuhan bibit tanaman kakao. J. Agron. Indonesia, 47(3), 318-325.

Purnomo, DW, Purwoko, BS, Yahya, S., Sujiprihati, S., & Mansur, I. 2008. Tanggap pertumbuhan dan hasil cabai (Capsicum annuum L.) terhadap inokulasi jamur mikoriza arbuskula pada tanah ultisol. Jurnal Agronomi Indonesia (Jurnal Agronomi Indonesia) , 36 (3).

Sasli, I., Yahya, S., Sudradjat, Setiadi, Y., & Sudarsono. 2008. Perbaikan pertumbuhan dan kualitas tanaman lidah buaya di tanah gambut dengan aplikasi mikoriza arbuskula dan pemupukan. Jurnal Agronomi Indonesia, 36(3).

Santosa, E. 2003. Pengaruh jenis pupuk organik dan mulsa terhadap pertumbuhan tanaman lidah buaya (Aloe vera Mill.). Jurnal Agronomi Indonesia, 31(3).

Tetelepta, L. D., Triadiati, & Sukarno, N. 2016. Pemacuan pertumbuhan melon (Cucumis melo L.) dengan cendawan mikoriza arbuskula dan bakteri Azospirillum sp. Jurnal Agronomi Indonesia, 44(2), 197–203.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-06

Terbitan

Bagian

Articles