Analisis Produksi dan Pendapatan Usahatani Kakao Menggunakan Metode Sarungisasi di Desa Sidondo I Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi

Penulis

  • Evayulitasari Evayulitasari program studi magister agribisnis
  • Arifuddin Lamusa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Christoporus Christoporus Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v27i3.440

Kata Kunci:

Produksi, Pendapatan, Metode Sarungisasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui faktor-faktor produksi usahatani tanaman kakao menggunakan  metode sarungisasi di Desa Sidondo I Kecamtan Sigi Biromaru dan  Mengetahui pengaruh penggunaan sarungisasi pada buah kakao terhadap produksi di Desa Sidondo I Kecamatan Sigi Biromaru. Metode penelitian yang digunakan yaitu Metode sampel jenuh atau sensus untuk memperoleh data primer dan observasi lapangan setelah itu dilakukan pengambilan data sekunder. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 KK.  Hasil penelitian menunjukkan: probabilitas   p = 0,000 < 0,05 (? = 5 %) uji dua arah, membuktikan menolak hipotesis nol, artinya variabel bebas jumlah tanaman produktif, pupuk NPK, jumlah tenaga kerja, teknologi sarungisasi secara simultan (bersama-sama) mempengaruhi produksi biji kakao di Desa Sidondo I. Koefisien determinan (R2) yang disesuaikan sebesar 0,555 menunjukkan bahwa variasi produksi usahatani kakao dipengaruhi oleh variabel bebas jumlah tanaman produktif, pupuk NPK, jumlah tenaga kerja, dan teknologi sarungisasi  sedangkan sisanya 44,5% disebabkan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model misalnya faktor iklim, kesuburan tanah, dan lain-lain. Variabel jumlah tanaman produktif, Pupuk NPK, Jumlah Tenaga Kerja, dan Teknologi Sarungisasi berpengaruh nyata terhadap produksi kakao di Desa Sidondo I pada taraf kepercayaan 95% uji dua arah, dan Penerimaan rata-rata usahatani kakao yaitu  Rp. 23.383.771/ 1,11 ha / tahun atau Rp. 21.066.461/ ha/tahun dan biaya total rata-rata usahatani kakao adalah Rp. 6.046.544/ 1,11 ha / tahun atau Rp. 5.447.337/ ha / tahun, pendapatan  rata-rata   usaha kakao  adalah Rp. 17.337.227/ 1,11 ha / tahun atau Rp. 15.619.123/ha /tahun.

Referensi

Diterbitkan

2020-12-30

Terbitan

Bagian

Articles