Lama Penyimpanan Kerupuk Jagung Pulut Terhadap Perubahan Mutu Kimia Fisik dan Organoleptik

Penulis

  • Nuranisa Anisa Nisa PSDKU UNTAD TOJO UNA-UNA
  • Abdul Syakur Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Tadulako Tojo Una-Una
  • Mohommad Amirudin Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Tadulako Tojo Una-Una
  • Jusriadi Jusriadi Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Tadulako Tojo Una-Una

DOI:

https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v28i2.613

Kata Kunci:

Kerupuk Jagung, Waktu Penyimpanan, Organoleptik

Abstrak

Kerupuk jagung adalah makanan ringan dengan kandungan gizi tinggi, camilan ini dapat dikonsumsi kapan saja. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan (1) kualitas rasa, aroma, kerenyahan, dan warna kerupuk jagung (2) memperoleh informasi tentang membuat kerupuk jagung berkualitas, (3) meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang pengolahan makanan camilan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok, terdiri dari empat perlakuan waktu penyimpanan yang diulang sebanyak empat kali, yaitu 0 minggu, 2 minggu, 4 minggu, dan 6 minggu. Tes organoleptik dilakukan selama penyimpanan. Analisis proksimat dan analisis fisik kerupuk jagung terdiri dari tiga perbandingan, yaitu kerupuk jagung mentah, kerupuk goreng, dan kerupuk setelah penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan 6 minggu kerupuk jagung pada uji organoleptik rasa dan kerenyahan menunjukkan hasil yang signifikan sedangkan pada aroma dan warna menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Hasil analisis kimiawi menunjukkan bahwa kadar air kadar karbohidrat, kadar lemak, dan kadar protein memenuhi standar nasional Indonesia, sedangkan kadar abu dan asam lemak bebas belum memenuhi standar Nasional Indonesia. Hasil analisis fisik yaitu daya serap air menunjukkan hasil yang signifikan pada kerupuk jagung mentah, kerupuk goreng, dan kerupuk pasca penyimpanan.

Referensi

Diterbitkan

2021-08-20

Terbitan

Bagian

Articles