EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG LENGKUAS DAN JAHE TERHADAP PERTUMBUHAN Colletotrichum capsici PADA CABAI MERAH SECARA IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.22487/6edhn761Kata Kunci:
Antraknosa, Colletotrichum capsici, Jahe, LengkuasAbstrak
Colletotrichum capsici merupakan patogen penyakit antraknosa pada tanaman cabai yang sulit untuk dikendalikan. Penggunaan pestisida kimiawi pada budidaya cabai dapat meninggalkan residu yang membahayakan bagi kesehatan konsumen. Oleh karena itu, penting untuk mengurangi penggunaan pestisida kimiawi dan beralih ke metode budidaya yang lebih aman, seperti penggunaan pestisida nabati dari rimpang lengkuas dan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan jenis rimpang yang lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici pada cabai merah secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Watunonju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah untuk pengambilan spesimen dan proses isolasi dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan, menggunakan dua jenis ekstrak berupa Ekstrak Rimpang Lengkuas (ERL) dan Ekstrak Rimpang Jahe (ERJ) yaitu 0% (Kontrol), 10% ERL, 10% ERJ, 15% ERL, 15% ERJ, ERL 10% : ERJ 15%, ERL 15% : ERJ 10% dan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan pada penelitian ini yaitu diameter koloni, laju pertumbuhan, dan daya hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tunggal ERJ 15% terbukti efektif menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici dibandingkan ERL 15%, dengan rata-rata diameter koloni 2,96 cm, laju pertumbuhan 0,30 cm/hari, dan daya hambat sebesar 62,20% pada 7 Hari Setelah Inokulasi (HSI). Perlakuan campuran ERL 10% : ERJ 15% lebih efektif dibandingkan perlakuan ERL 15% : ERJ 10% dengan rata-rata diameter koloni 2,21 cm, laju pertumbuhan 0,25 cm/hari, dan daya hambat 72,22% pada 7 Hari Setelah Inokulasi (HSI).
Unduhan
Referensi
Afifah, S. S., Halimursyadah, H., & Syamsuddin, S. 2023. Uji In Vitro Isolat Rizobakteri Asal Pidie terhadap Penghambatan Pertumbuhan Phytophthora capsici dan sebagai Pemacu Pertumbuhan Tanaman. J. Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 8(2) : 81-90.
Badan Pusat Statistik. 2024. Produksi Tanaman Sayuran, 2021-2023. Diakses dari https://www.bps.go.id/id/statistics table/2/NjEjMg==/production-of-vegetables.html pada 17 Juli 2024.
Bhirangi, A. V., & Vishwakarma, M. 2023. Identification of Colletotrichum Species Associated With Anthracnose Disease of Chilli in Major Chilli Growing Area of India. International Journal of Agricultural and Applied Sciences. 4(1) :62–73. https://doi.org/10.52804/ijaas2023.4111
Chandraprakash, S., Deena, A., Kiruba, N., Kanishka, M. D., Suresh, S., & Muthuraja, B. 2024. In Vitro Efficacy Of Trichoderma Viride Against Colletotrichum capsici : The Causative Agent Of Turmeric Leaf Spot. Journal Plant Archives. 24(2) : 1174–1176.
Crueger, W., & Crueger, A. 1984. Biotechnology : A textbook of Industrial Microbiology. Sunauer Associates. Sunderland. 396 pages.
Dame, M. V. O., Dewi, P. A. T., Virginia, N. M., Zahra, E. F., Amleni, V. G., & Sari, N. K. Y. 2022. Potensi Rimpang Jahe Merah (Zingiber officinale var . Rubrum) sebagai Antibakteri Patogen. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (Sintesa). 5 : 87–94.
Fatmia, B., Lakani, I., & Edy, N. 2023. Uji Daya Hambat Ekstrak Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.) untuk Menekan Patogen Cendawan Colletotrichum capsici Penyebab Penyakit Antraknosa pada Cabai (Capsium annum) secara In Vitro. Journal Agrotekbis. 11(1) : 77–82.
Fitri, A. 2019. Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih Dan Daun Mengkudu Terhadap Colletotrichum gloeosporioides Penz. Penyebab Penyakit Antraknosa Pepaya [Skripsi]. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
Halimah, N. 2022. Pengaruh Ekstrak Daun Serai Wangi, Rimpang Jahe, Dan Daun Putri Malu Terhadap Penyakit Antraknosa Buah Pepaya (Carica papaya L.) [Skripsi]. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
Linda, R., Khotimah, S., & Elfiyanti, E. 2011. Aktivitas Daun Ketepeng Cina (Cassia alata Linn.) terhadap Pertumbuhan Jamur Cercospora personatum. J. Biopropal Industri. 2(2) : 54665
Marzuki, I., Vinolina, N.S., Arsi, A.,Ramdan, E.P., Simarmata, M.M.T.,Nirwanto, Y., Karenina, T., Inayah,A.N., & Wati, C. 2021. Budidaya Tanaman Sehat secara Organik. Medan : Yayasan Kita Menulis. 230 Pages.
Ramdan, E. P., Risnawati, R., & Kurniasih, R. 2022. Potensi Ekstrak Daun Sirih dan Rimpang Lengkuas dalam Menekan Pertumbuhan Colletorichum gloeosporiodes Skala In Vitro. Agropross : National Conference Proceedings of Agriculture, 290–295. https://doi.org/10.25047/agropross.2022.299
Sartika, D., Akhyar, G., Mutia, P., &Julita, S. 2023. Komponen Bioaktif Rempah-Rempah. Lampung : Pusaka Media. 134 Pages. ISBN978-623-418-242-2
Sopialena, S., Mirza, A., dan Pratiwi1, S. M. 2020. Uji Efektifitas Jamur Antagonis Dalam Pengendalian Jamur Colletotrichum Pada Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.) Secara In Vitro. J. Agrifarm. 9(2) : 2374–2376.
Suminar, S., Mariana, M., dan Salamiah, S. 2022. Uji Lapang Campuran Filtrat Kunyit, Jahe dan Lengkuas untuk Pengendalian Penyakit Antraknosa Pada Cabai Rawit Varietas Hiyung. J. Proteksi Tanaman Tropika. 5(3) : 534–543. https://doi.org/10.20527/jptt.v5i3.1494
Suryadi, A., Sofyan, S., Sopialena, S., & Catherine, Y. 2023. Uji Efektivitas Pestisida Nabati dari Ekstrak Daun Salam, Lengkuas dan Kunyit Terhadap Busuk Buah Rhizoctonia (Rhizoctonia solani Kühn) Pada Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Secara In Vitro. J. Agrifor. 23(1) : 65-76.
Suryani, Y., Taupiqurrahman, O., & Kulsum, Y. 2020. Mikologi. Padang : Freeline Cipta Granesia. 128 Pages.
Syafitri, Arneti, Sulyanti, E., dan Swandi, F. 2022. Potensi Ekstrak Rimpang Jahe dalam Menghambat Pertumbuhan Sclerotium rolfsii pada Kacang Tanah secara In Vitro. J. Proteksi Tanaman. 6(1) : 54–63.
Syamsudin, S., Ilyas, S., Manohara, D., & Sudarsono, S. 2007. Efektifitas Daya Hambat Minyak Nabati Terhadap Pertumbuhan Koloni Beberapa Patogen Terbawa Benih Cabai Secara In Vitro. J. Agrista Unsyiah. 11(2) : 81-91.
