PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BUAH MENGKUDU DAN GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum Mill.)
DOI:
https://doi.org/10.22487/xhyavm30Kata Kunci:
Buah mengkudu, Giberelin, Pupuk Organik Cair, Tanaman TomatAbstrak
Pupuk organik dipilih menjadi salah satu pupuk alternatif yang ramah lingkungan. Penggunaan pupuk dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman karena dengan terpenuhinya unsur hara makro akan membantu proses pembentukan bakal buah akan sangat berpengaruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC buah mengkudu dan Giberelin serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Green House, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, dimulai dari bulan Juni sampai Oktober 2022. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi POC buah mengkudu yang terdiri dari lima taraf yaitu: Tanpa POC, 10% POC mengkudu, 20% POC mengkudu, 30% POC mengkudu, 40% POC mengkudu. Faktor kedua adalah Giberelin yang terdiri dari 3 taraf yaitu: tanpa giberelin, 10 ppm giberelin, dan 200 ppm giberelin. Sehingga terdapat 15 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali maka terdapat 45 unit percobaan. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan maka hasil yang didapatkan yaitu, pemberian konsentrasi POC buah mengkudu dan interaksinya terhadap giberelin memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST, jumlah daun umur 60 HST, dan jumlah buah tanaman tomat. Perlakuan tunggal POC Buah Mengkudu dengan konsentrasi 20% telah nyata meningkatkan produksi tanaman tomat pada semua parameter tanaman yang diamati. Perlakuan tunggal giberelin dengan dosis 200 ppm telah nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter daun, cabang produktif, umur berbunga, jumlah buah pertanaman, berat buah segar dan berat kering tanaman.
Unduhan
Referensi
Adilah, R., Rochmatino, dan Prayoga, L. 2020. Pengaruh Paklobutrazol dan GA3 Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.). Bio Eksakta : J. Ilmiah Biologi Unsoed 2 (1): 109-110.
Andianingsih, N., dan Rosmala. 2021. Pengaruh Pemberian Hormon Auksin dan Giberalin Terhadap Pertumbuhan Tomat (Solanum lycopersicum L.). J. Agroteknologi. 10 (1): 80-93.
Dewi, E. S., Hakim, A., dan Savalas. 2019. Isolasi Likopen dari Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) dan Uji Aktivitas Likopen Terhadap Bakteri Salmonella thypi. J. Penelitian Pendidikan IPA. 5 (1): 109-114.
Dirjen Hortikultura. 2021. Statistik Konsumsi Hortikultura. http://hotrikultura.go.id. (Diakses pada 13 Maret 2022).
Fauzi, A., Prayogi, dan Harahap. 2017. Pengaruh Jumlah Daun dan Frekuensi Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum). J. Agroland. 7 (1): 94-102.
Hariyati, T. 2020. Respon Tiga Varietas Melon (Cucumis melo L.) Terhadap Pemberian POC Buah Mengkudu (Morindra citrifera). Journal Tabaro Agriculturescience. 4 (1): 35-40.
Hasan, P. A., dan Atmowidi, T. 2017. Hubungan Jenis Serangga Penyerbuk dengan Morfologi Bunga pada Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill.) dan Sawi (Brassica juncea Linn.). Saintifik. 3 (1): 77-82.
Kharim, M. N., Wayayok, A., Mohamed Shariff, A. R., Abdullah, A. F., dan Husin, E. M. 2019. Droplet Deposition Density of Organic Liquid Fertilizer at Low Altitude UAV Aerial Spraying in Rice Cultivation. Journal Computers and Electronicsin Agriculture. 167 : 105-045
Kholifah, R.N. 2017. Pertumbuhan Tanaman Tomat dengan Pemberian Vitamin B1 dan Hormon Giberelin. J. Litbang Pertanian. 2 : 1–8.
Muhyidin, H., Islami, T., dan Maghfoer, M, D. 2018. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Pemberian Giberelin pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicon esclentum Mill.). J. Produksi Tanaman 6 (6): 1147-1154.
Nurdiawati, A., Novianti, S., Zaini, I. Nakhshinieva, B., Sumida, Takahashi, dan Yoshikawa. 2015. Evaluation of Hydrot Hermal Treatment of Empty Fruit Bunch for Solid Fuel and Liquid Organic Fertilizer Co-Production. Energy Procedia. 7 (9): 226–232.
Permatasari, D. A., Rahayu, dan Ratnasari. 2019. Pengaruh Pemberian Hormon Giberelin Terhadap Pertumbuhan Buah secara Partenokarpi pada Tanaman Tomat Varitas Tombatu F1. J. Lentera LenteraBio: Berkala Ilmiah Biologi. 5 (1): 25-31.
Rauf, J., dan Semaun, R. 2018. Efektifitas Penggunaan Bioktivator Alami Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dalam Pupuk Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Rumput Gadjah Taiwan (Pennisetum Purpureum Schumach). J. Majority. 4 (3): 34-40.
Sari, D. I., Gresinta, E., dan Noer, S. 2021. Efektivitas Pemberian Air Kelapa (Cocos nucifera) sebagai Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.). Edu Biologia : Biological Science and Education Journal. 1 (1): 41-47.
Sopha, G. A., Widodo, Poerwanto, dan Palupi. 2016. Pengaruh Waktu Tanam dan Giberelin Terhadap Pembungaan Bawang Merah dan Produksi TSS (True Shallot Seed). Prosiding Seminar Nasional dan Kongres Perhimpunan Agronomi Indonesia. Bogor. 27 April 2016.
Sufiriyanto, S., Hastuti, dan Yuwono, 2019. Efektivitas Pupuk Organik Cair “USB” dan Suplementasi Herbal Terhadap Produktivitas Rumput Gadjah. Pastura. 6 (2) : 53.
