Interval Waktu Penyiraman Dan Perbandingan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sambiloto (Andrographis paniculata Ness)
Kata Kunci:
Penyiraman, Perbandingan Media, Andrographis Paniculata NessAbstrak
Sambiloto (Andrographis paniculata Ness) merupakan tanaman herbal dan sebagai salah satu tanaman obat unggulan di Indonesia, yang banyak dibutuhkan dalam industri obat tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval waktu penyiraman dan perbandingan media terhadap pertumbuhan tanaman sambiloto. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai Maret 2018 di Green House dan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu interval waktu penyiraman 3 hari sekali (a3), penyiraman 4 hari sekali (a2), dan penyiraman 5 hari sekali (a3). Faktor ke dua yaitu media tanam tanah tanpa pupuk kandang ayam (p0) dan tanah 2:1 pupuk kandang ayam (p1). Kedua faktor tersebut diperoleh 6 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdapat 6 tanaman. Hasil penelitian menunjukan interaksi perlakuan antara interval waktu penyiraman 3-4 hari sekali dengan media tanam pupuk kandang ayam (2:1) memberikan hasil tertinggi pada parameter amatan yaitu klorofil daun dan berat segar batang. Interval waktu penyiraman 3-4 hari sekali memberikan tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, luas daun, dan berat segar batang tertinggi, sehingga waktu penyiraman yang lebih baik yaitu 4 hari sekali karena dapat mengefisien waktu penyiraman serta dapat menghemat penggunaan air. Media tanam pupuk kandang ayam (2:1) memberikan pertumbuhan terbaik pada tinggi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, klorofil daun, luas daun, volume akar, berat segar akar, berat segar batang, dan berat segar daun dibandingkan dengan media tanpa pupuk kandang ayam.
