ANALISIS PEMASARAN JAGUNG HIBRIDA DI DESA KALEKE KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI

Article History

Submited : September 6, 2021
Published : June 30, 2021

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima oleh petani, dan efisiensi pemasaran. Permasalahan pemasaran yang ada di Desa Kaleke yaitu perbedaan harga yang relatif besar antara harga yang dibayarkan oleh konsumen akhir dengan harga yang diterima oleh petani (produsen). Harga ditingkat petani sebesar Rp. 3.500/Kg sedangkan harga ditingkat konsumen sebesar Rp. 7.000-8.000/Kg. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode acak sederhana sedangkan penentuan responden pedagang menggunakan metode penjajakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua bentuk saluran pemasaran jagung hibrida yang terdapat di Desa Kaleke yaitu: 1) Petani menjual hasil produksinya ke pedagang pengecer yang ada di Pasar Penunu kemudian meneruskan ke konsumen akhir. 2) petani menjual hasil produksinya ke pedagang pengumpul, kemudian pedagang pengumpul menjual jagung hibrida ke pedagang pengecer yang ada di Pasar Impres dan Masomba kemudian meneruskan ke konsumen akhir. Margin pemasaran jagung hibrida untuk saluran pertama Rp 3.500 dan margin pemasaran untuk saluran ke dua sebesar Rp 4.500. Besarnya bagian harga yang diterima petani pada saluran pertama pemasaran sebesar 50% sedangkan bagian harga yang diterima disaluran kedua sebesar 43,75%, sehingga petani dianjurkan menjual hasil produksinya dengan menggunakan saluran pertama karena bagian harga yang diterima petani lebih besar. Nilai efisiensi pemasaran saluran pertama sebesar 3,5% untuk saluran kedua sebesar 5% dari dua saluran pemasaran jagung hibrida tersebut, saluran yang efisien adalah  saluran pertama.

BPS Provinsi Sulawesi Tengah, 2018.

Budiman. 2011. Analisis Efesiensi Pemasaran Jagung di Kabupaten Grobongan:1-12

Claudia Cendy, 2018. Analisis Pemasaran jagung di Desa Dimembe Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Agri Sosial ekonomi Unsrat. Vol 14 No 3 September 2018 : 305 – 314.

Data BP3K Mantikole Kecamatan Dolo Barat 2018.
Dillon, 2008. Manajemen Distribusi produk-produk Agroindustri, Percetakan TI-ITS, Jakarta.
Ekasari 2007. Analisis Margin Pemasaran Telur Itik di Kelurahan Borongloe Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. http://www.deptan.go.id. Diakses pada tanggal 26 November 2012.
Firdaus, M 2012. Manajemen Agribisnis. PT. Bumi Aksara, Jakarta.
Prahasta Arief. M.P. 2007. Budidaya Usaha Pengolahan Agribisnis jagung. Pustaka Grafika. Bandung.
Reny, 2017. Pemasaran Jeruk Kasturi. Jurusan agribisnis. Fakultas Pertanian. universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Skripsi. Medan.

Sobirin, 2009. Efisiensi Pemasaran di Kecamatan Sumbang Kabupaten Bayumas. http://www.deptan.go.id Diakses pada tanggal 26 November 2012
Soekartawi, 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian (Teori dan Aplikasi). Edisi Revisi 2002. Rajawali Pers Citra Naga Buku Perguruan Tinggi. Jakarta.

Thamrin M, Surna H, Fahrul H : 2012 Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Pendapatan Petani Pinang. J. Agrium Vol 17; (2)
Rahmiyani, R., & Damayanti, L. (2021). ANALISIS PEMASARAN JAGUNG HIBRIDA DI DESA KALEKE KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI. AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-Journal), 9(3), 769 - 777. Retrieved from http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/977
Fulltext