PENGENDALIAN HAYATI LARVA Spodoptera frugiperda J.E. SMITH DENGAN MENGGUNAKAN CENDAWAN ENTOMOPATOGEN Metarhizium anisopliae DI LABORATORIUM

Authors

  • Rohman Lugito Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Moh. Yunus Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Asrul Asrul Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Keywords:

Gejala, Infeksi, Mortalitas, Metarhizium anisopliae, Spodotera frugiperda

Abstract

Tanaman jagung di Indonesia telah mengalami kerusakan akibat serangan hama. Spodoptera frugiperda termasuk hama yang menjadi salah satu penyebab utama turunnya produktivitas jagung di berbagai belahan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi yang efektif dari cendawan entomopatogen M. anisopliae terhadap mortalitas hama S. frugiperda. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan larva S. frugiperda instar 3 yang diujikan dengan perlakuan kerapatan konidia 104, 106, 108, 1010 dan kontrol untuk melihat deskrisi gejala infeksi yang timbul masa inkubasi cendwan, dan mortalitas larva. Hasil penelitian menujukan perlakuan yang paling efektif yaiu kerapatan 1010 menunjukkan angka mortalitas tertinggi sebesar 77.5% dan masa inkubasi tercepat selama 1.5 Hari. Gejala infeksi yang timbul pada larva pada 1 – 3 HSA mulai muncul hifa berwarna putih pada bagian tubuh larva yang menyebabkan lambatnya aktivitas larva, hifa memenuhi tubuh larva dan berubah warna menjadi hijau gelap, pada fase ini tubuh larva telah mati dan kaku. Perlakuan kerapatan konidia sangat berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva. Mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan kerapatan 1010 sebesar 77.5 % dan kerapatan 108 sebesar 45%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Downloads

Published

2023-04-03

Issue

Section

Articles