ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA LEMBAH BOMBAN KECAMATAN BOLANO KABUPATEN PARIGI MOUTONG
DOI:
https://doi.org/10.22487/agrotekbis.v13i2.2575Keywords:
Analisis pendapatan, usaha tani, JagungAbstract
Tanaman Jagung merupakan salah satu komoditi tanaman pangan yang penting dan mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian. Jagung dapat menjadi barang substitusi beras dan ubi kayu bagi orang Indonesia dan merupakan makanan pokok kedua setelah beras. Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan peningkatan dan kemajuan industri pakan ternak sehingga perlu upaya peningkatan produktivitas dan sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan usaha tani jagung di desa Lembah bomban dan mengetahui bagaimana harga jual jagung, harga benih, harga pupuk, upah tenaga kerja, luas lahan dan produksi jagung terhadap pendapatan usaha tani di Desa Lembah Bomban. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2021 di Desa Lembah Bomban Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan acak sederhana (simple random sampling). Jumlah responden digunakan sebanyak 35 orang petani dari populasi petani jagung sebanyak 161 orang petani jagung. Analsis data yang diperoleh secara kuantitatif deskriptif yatitu Analisis Pendapatan dan Analisis Regresi Linear Berganda. Hasil Penelitian ini menujukkan bahwa rata-rata penerimaan setiap responden yaitu sebesar sebesar Rp 10.900.294/0,59 atau Rp.18.355.433/ ha. Penerimaan tersebut diperoleh dari rata-rata produksi jagung sebesar Rp 4.255 kg dikalikn dengan rata-rata harga jual jagung yaitu sebesar Rp 2.500/kg. Total biaya produksi diperoleh dari rata-rata penjumlahan total biaya tetap sebesar Rp.495.485.29/0,59 ha atau Rp 839.905.57/ha dan rata-rata total biaya variabel sebesar Rp 4.267.850/0,59 ha atau Rp 7.233.644, sehingga diperoleh rata-rata total biaya produksi sebesar Rp 4.763.071/0,59 ha atau Rp 8.073.300/ha, sedangkan pendapatan dari rata-rata penerimaan dikurangi total biaya produksi sehingga diperoleh pendapatan sebesar Rp.6.066.635/0,59 ha atau Rp 10.282.432/ha.
