PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) PADA BERBAGAI DOSIS BOKASHI AMPAS TAHU DAN ARANG SEKAM

Authors

  • Dela
  • Zainuddin Basri
  • Nuraeni

DOI:

https://doi.org/10.22487/7r5ng569

Keywords:

Arang Sekam, Bokashi Ampas Tahu, Cabai Rawit

Abstract

Cabai rawit merupakan salah satu jenis tanaman dari famili Solanoceae yang banyak dibudidayakan masyarakat karena banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan industri dan kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada berbagai dosis bokashi ampas tahu dan arang sekam. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House, Kebun Akademik Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako pada bulan Mei sampai September 2022. Penelitian ini menggunakan ancangan Acak Kelompok 2 faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk bokashi ampas tahu, yang  terdiri  dari 4 taraf yaitu kontrol,100 g polybag-1, 120 g polybag-1, 140 g polybag-1. Faktor kedua arang sekam yaitu kontrol, 100 g polybag-1, 120 g polybag-1, 140 g polybag-1, dengan demikian diperoleh 16 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Data yang diperoleh dianalis dengan analisis keragaman. Perlakuan yang bepengaruh nyata dan sangat nyata di uji lanjut dengan  menggunakan uji Beda Nyata Jujur taraf  5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis bokashi ampas tahu dan arang sekam sesuai perlakuan tidak berinteraksi terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Pemberian bokashi ampas tahu pada perlakauan 140 g polybag-1 memberikan hasil tertinggi terhadap tinggi tanaman, diameter batang,  jumlah daun, jumlah buah, dan berat buah. Pemberian arang sekam berpengaruh nyata terhadap diameter batang pada 4 MST namun tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah buah, dan berat buah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arief, M. 2018. Pengolahan Limbah Industri: Dasar-dasar Pengetahuan dan Aplikasi di Tempat Kerja. Penerbit Andi. Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik (BPS). 2021. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu. Palu.

Desiana, I S Banua, R Evizal dan S Yusniani. 2013. Pengaruh Pupuk Organik Cair Urin Sapi dan Limbah Tahu Terhadap Tumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). J. Agrorek Tropika. 1 (I): 119-133. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung. Lampung.

Dinarta Harahap, A., Nurhidayah, T., & Indra Saputra, S. 2015. Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora Pierre) di Bawah Naungan Tanaman Kelapa Sawit. JOM FAPERTA. 2 (1): 1–12.

Gomez, K.A dan A.A Gomez. 2008. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. UI Press. Jakarta.

Imas S, Damhuri, Munir A. 2017. Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Terhadap Produktivitas Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.). J Ampibi. 2 (1): 57–64.

Irawan, A. dan Y. Kafiar. 2015. Pemanfaatan Cocopeat dan Arang Sekam Padi sebagai Media Tanam Bibit Cempaka Wasian (Elmerrilia ovalis). Pros. Semnas Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 1 (4): 805-808.

Irawan, U.S. 2012. Teknik Pembuatan Pupuk Bokashi. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Jakarta.

Joni Kusnadi., Dian Wuri Andayani., Elok Zubaidah., Estri Laras Arumingtyas. 2019. Ekstraksi Senyawa Bioaktif Cabai Rawit (Capsicium frutencens L.) Menggunakan Metode Ekstraksi Gelombang Ultrasonik. J. Teknologi Pertanian. 20 (2): 79-84.

Kouassi CK, Koffi-nevry R, Guillaume LY. 2012. Profiles of Bioactive Compounds of Some Pepper Fruit (Capsicum frutencens L.) Varieties Grown in Côte D’ivoire. Innovative Romanian Food Biotechnol. 11: 23-31.

Polii, M. G. M., Sondakh, T. D., Raintung, J. S. M., Doodoh, B., dan Titah, T. 2019. Kajian Teknik Budidaya Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) Kabupaten Minahasa Tenggara. Eugenia. 25 (3): 72–77.

Pramarta, RG. 2014. Identifikasi Spesies Potuvirus Penyebab Penyakit Mosaik pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Fruitescens L.) Melalui Sikuen Nukleotida Gen Coat Protein. Denpasar. Universitas Udayana.

Sunarsih F., Yetty H dan, Aseptionova. 2018. Respon Pupuk Organik Ampas Tahu dengan Bioaktivator Terhadap Pertumbuhan (Ipomoea reptans). J. Bioksperimen 4 (2): 2460-1365. Universitas Muhammadiyah Palembang.

Sukarmin dan F. Ihsan. 2008. Teknik Persilangan Jeruk (Citrus sp.) untuk Perakitan Varietas Unggul Baru. Buletin Teknik Pertanian. 13 (1): 12-15.

Taniwiryono D, dan Isroi. 2008. Pupuk Kimia, Pupuk Organik, dan Pupuk Hayati. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI).

Warisno dan K. Dahana. 2016. Peluang Usaha & Budidaya Cabai. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Published

2026-04-02

Issue

Section

Articles