ANALISIS STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KAKAO (Theobroma Cacao L.) DI DESA WATATU KECAMATAN BANAWA SELATAN KABUPATEN DONGGALA
DOI:
https://doi.org/10.22487/10kzpa77Keywords:
Kakao, Kesuburan Tanah, KestabilanAbstract
Kesuburan tanah sebagai salah satu penentu kestabilan dan peningkatan produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada lahan perkebunan tanaman kakao di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan. Desa Watatu adalah salah satu desa yang ada di Kabupaten Donggala dan sebagai Ibu Kota Kecamatan Banawa Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada lahan perkebunan kakao di Desa Watatu Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala. Penelitian ini menggunakan metode survei penentuan titik sampel tanah dengan cara purposive sampling pada lahan pertanaman kakao. Pengambilan sampel tanah dilakukan di lapangan dan Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu. Penelitian ini berlangsung pada bulan Desember 2019 sampai bulan Maret 2020. Berdasarkan hasil survei dan analisis laboratorium tentang kesuburan tanah pada penggunaan lahan pada tanaman kakao di Desa Watatu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala dapat disimpulkan bahwa status kesuburan tanah pada tiap SPL tersebut tergolong rendah.
Downloads
References
Afandi. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta : Penerbit Kanisus Bara Sanggata Kalimantan Timur. J. Tek. Ling. 10: 337-346.
Gerson, ND., 2007. Kondisi Tanah pada Sistem Kaliwu dan Mawar. Info Hutan. 5 (1): 45-51.
Hanafiah, K. A. 2012. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. 386 Hal.
Hardjowigeno dan Widiatmaka. 2002. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 352 Hal..
Parnata, A., 2004. Pupuk Organik Cair. Aplikasi dan Manfaatnya Agromedia Pustaka Jakarta. 112 Hal.
PPT. 1995. Kombinasi Beberapa Sifat Kimia Tanah dan Status Kesuburan. Bogor.
Purnomo, E. 2006. Peranan Bahan Organik untuk Menyuburkan Tanah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (Info Teknologi Pertanian No. 7) (www.jatim.litbag.deptan.go.id/penyuluhan/peranan bahan organik.pdf).
Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. 1993. Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan Badan Litbang Pertanian. Jakarta.
Rahayu, 2008. Studi Analisis Kualitas Tanah pada Beberapa Penggunaan Lahan dan Hubungannya dengan Tingkat Erosi Di Sub Das Keduang Kecamatan Jatisrono Wonogiri. Tesis.
Santoso, B., F. Haryanti dan S.A. Kadarsih. 2004. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Serat Tiga Klon Rami Di Lahan Aluvial Malang. J. Pupuk. 5 (2): 14-18.
Setijono, S. 1986. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Lecture Note of 1 sks Course Presented of S2 Programme. Pendidikan Pasca Sarjana KPK UGM-UNIBRAW. 72p.
Soepardi, G. 1985. Menuju Pemupukan Berimbang Guna Meningkatkan Jumlah dan Mutu Hasil Pertanian. Dirjen Pertanian Tanaman Pangan. Jakarta. 63 Hlm.
Soewandita, Hasmana. 2008. Studi Kesuburan Tanah dan Analisis Kesesuaian Lahan untuk Komoditas Tanaman Perkebunan Di Kabupaten Bengkalis. J. Sains dan Teknologi Indonesia. 2 (10): 128-133.
Sudaryono. 2009. Tingkat Kesuburan Tanah Ultisol pada Lahan Pertambangan Batu Bara Sanggatta Kaltim. J. Tek Ling. 10 (3): 337-346.
Tan, K. H., Dasar-dasar Kimia Tanah. Di Terjemahkan oleh Goenadai Gadjah Mada University Press Yogyakarta. Hal. 183-199. 1998.
Tamika, R, Rauf, A, Marpaung, P2015. Kajian Selektivitas Erosi pada Lahan Budidaya Padi Gogo Di Desa Lau Damak Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat. J. Online Agroteknologi. 3 (3): 1041–1048. Medan.
Widowati, L.R. 2009. Peranan Pupuk Organik Terhadap Efisiensi Pemupukan dan Tingkat Kebutuhanya untuk Tanaman Sayuran pada Tanah Inseptisols Ciherang Bogor. Tanah Tropika. 14 (3): 221-228.
Yusuf, T., 2009. Kandungan Hara Pupuk Kandang. Tersedia Di http://tohariyusuf.wordpress.com. Diakses pada Tanggal 01 April 2019.
