PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) PADA BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR
DOI:
https://doi.org/10.22487/7mkb3a64Keywords:
Kacang Hijau, Konsentrasi Pupuk Organik CairAbstract
Penelitin ini bertujuan untuk untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Desa Karawana, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Waktu penlitian dari Agustus – Oktober 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu Faktor yaitu konseterasi pupuk organik cair yang terdiri dari 9 taraf yaitu Tanpa POC; POC 1,0%; POC 2,0% ; POC 3,0%; POC 4,0%; POC 5.0%; POC 6,0%; POC 7.0%; POC 8,0%. Setiap perlakuan diulang tiga kali sebagai kelompok sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Pemberian Pupuk Organik Cair 1,0% teruji nyata meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman yang ditandai dengan tanaman lebih tinggi, cabang lebih banyak serta biji yang lebih bernas. Pemberian Pupuk Organik Cair 3,0% teruji nyata menigkatkan komponen hasil dan hasil tanaman yang ditandai dengan jumlah biji per polong lebih banyak serta hasil per hektar lebih tinggi.
Downloads
References
BPS. 2016. Statistik Tanaman Kacang Hijau. Badan Pusat Statistik. Jakarta.
Darmawan, M. 2017. Aplikasi Pupuk Organik Cair Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.). J. Pertanian Presisi 1 (1): 73-82.
Darmawan, J., dan J.S Baharsyah. 2010. Dasar-dasar Ilmu Fisiologi Tanaman. SITC. Jakarta.
Hadisuwito, S. 2012. Membuat Pupuk Organik Cair. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Hamsa. S. 2014. Pupuk Organik Cair dan Pupuk Kandang Ayam Berpengaruh kepada Pertumbuhan dan Hasil Produksi Kedelai. J. Agrium. 18 (3): 228-234.
Hanafiah. K, A. 2010. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Hanafiah, K. A. 2012. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Rajawali Pers. Jakarta.
Hidayat, O.O. 1992. Morfologi Tanaman Kedelai. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
Kadarwati, dan Fitriningdya Tri. 2006. Pemupukan Rasional dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas Kapas Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. J. Perspektif. 5 (2): 59-70.
Mustamu, Y. A. 2009. Seleksi Kedelai Generasi F4 Terhadap Intensitas Cahaya Rendah Di Dua Lingkungan. Tesis. Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor.
Nassaruddin dan Rosmawati, 2011. Pengaruh Pupuk Organik Cair (Poc) Hasil Fermentasi Daun Gamal, Batang Pisang dan Sabut Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao. Agrisistem. 7 (10): 29-37.
Pardoso. 2014. POC NASA. PT. Natural Nusantara. Indonesia.
Renasari, N., Priyono, dan H. Ariyantoro. 2013. Pengaruh Jenis Bahan Organik dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau. J. Inovasi Pertanian. 12 (2): 79-94.
Rinsema. 2004. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Bhatara Karya Aksara. Jakarta.
Rukmana, R. 2016. Kacang Hijau Budidaya dan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisisus.
Sutriana, S. 2015. Respon Pupuk Kompos dan Super Nasa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L) Merril. J. Dinamika Pertanian. 30 (3): 199-208.
Wahyudin, A.T, R.D, Nurmala, dan Rahmawati. 2015. Perngaruh Dosis Pupuk Fosfor dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau pada Utosol Jatinagur.
Wibawa, A. 1998. Intensifikasi Pertanaman Kacang-kacangan Melalui Pemupukan. Warta Pusat Penelitian Kacang-kacangan. 14 (3): 225-247.
Widarawati, R., dan Harjoso. 2011. Pengaruh Pupuk P dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Media Tanah Pasir Pantai. Fakultas Pertanian. Jurusan Budidaya Pertanian. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto.
