ANALISI PEMASARAN KOPI TORAYAKU PADA INDUSTRI RAJA BAWANG PALU SELATAN KOTA PALU

Authors

  • Feris Dje’o Alumni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Christoporus Christoporus Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Nurmedika Nurmedika Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.22487/skxw1c05

Keywords:

Pemasaran, Industri, Kopi

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk. (1). Mengetahui bentuk saluran pemasaran, (2) Mengetahui besar margin pemasaran, (3) Mengetahiu harga yang diterima oleh produsen pada masing-masing saluran pemasaran, (4). Mengetahui efisiensi pada masing-masing saluran pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua saluran pemasaran Kopi Torayaku pada Industri Raja Bawang yaitu (1) Produsen → Pedagang Pengecer → Konsumen (2) Produsen → Konsumen. Margin saluran sebesar Rp. 5.000 untuk kemasan 100 gr. Sedangkan pada saluran dua tidak ditemukan margin pemasaranya karena tidak adanya lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran. Bagian harga yang diterima oleh produsen sebesar 81,8% untuk kemasan 100 gr untuk saluran kedua bagian harga yang diterima oleh produsen Kopi Torayaku mempunyai nilai 100%, efisiensi pemasaran pada saluran pertama sebesar 1,21% dan pada saluran pemasaran kedua sebesar 0.8%. Saluran pemasaran yang paling efisiensi adalah saluran kedua di mana nilai efisiensinya lebih kecil daripada saluran pemasaran pertama

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anindita, R. 2004. Pemasaran Hasil Pertanian. Papyrus. Surabaya.

Arafah, N., Iskandar, E., & Fauzi, T. 2017. Analisis Pemasaran Bawang Merah (Allium cepa) Di Desa Lam Manyang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. J. Ilmiah Mahasiswa Pertanian. 2 (1): 134-140.

Asmarantaka, RN. 2012. Pemasaran Agribisnis (Agrimarketing). Bogor (ID): Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor.

Khaswarina, S., Kusumawaty, Y., & Eliza, E. 2019. Analisis Saluran Pemasaran dan Marjin Pemasaran Bahan Olahan Karet Rakyat (Bokar) Di Kabupaten Kampar. Unri Conference Series: Agriculture and Food Security. 1, 88–97.

Kotler, P. 2006. Pengantar Pemasaran. Aksara Perdana Press. Jakarta.

Putri, R. K., Nurmalina, R., & Burhanuddin, B. 2018. Analisis Efisiensi dan Faktor yang Memengaruhi Pilihan Saluran Pemasaran. Mix : J. Ilmiah Manajemen. 8 (1): 109.

Pratiwi, A. M., Kaskoyo, H., Herwanti, S., & Qurniati, R. 2019. Saluran Pemasaran Kopi Robusta (Coffea Robusta) Di Agroforestri Pekon Air Kubang, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus. J. Belantara. 2 (2): 76.

Sabang, Jaharia. 2011. Sistem Pemasaran Tomat (Lycopersicum esculentum L. Mill). Di Desa Bagun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kertanegara. Universitas Mulawarman. Samarinda. J. Agribisnis. 8 (2): 41-47.

Said, E. Gumbira dan Intan, A. Harizt. 2006. Manajemen Agribisnis. Ghalia. Indonesia. Jakarta.

Wahyudi, Teguh 2008. Sambutan Direktur Puslitkoka Indonesia pada Buku Panduan Budidaya dan Pengolahan Kopi Arabika Gayo, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, APED, Bappeda NAD dan UNDP, Banda Aceh.

Wowiling, C. C., Pangemanan, L. R. J., & Dumais, J. N. K. 2019. Analisis Pemasaran Jagung Di Desa Dimembe Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. AGRI-SOSIOEKONOMI. 14 (3): 305.

Published

2026-07-02

Issue

Section

Articles