Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Cabai Keriting Yang Berbeda Pada Media Tanam Bokashi
Keywords:
Bokashi, Cabai Keriting, pertumbuhanAbstract
Produksi cabai nasional yang masih rendah seringkali membuat pasokan cabai dipasaran terbatas dan terjadi fluktuasi harga yang besar. Peningkatan produksi cabai akan menjaga pasokan cabai di pasar tetap stabil sehingga fluktuasi harga dapat ditekan. Peningkatan produksi dapat ditempuh melalui penggunaan varietas unggul dan teknik budidaya (pemupukan). Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh dua varietas dan takaran pupuk organik (bokashi) terhadap komponen hasil cabai keriting (Capsicum annuum L.).Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Petobo, Provinsi Sulawesi Tengah, dimulai pada Bulan Oktober 2017 sampai April 2018. Penelitian menggunakan metode Rancangan Petak Terpisah (RPT) pola faktorial. Perlakuan varietas sebagai petak utama yang terdiri dari dua taraf yaitu PM-999 (V1) dan Krida (V2). Perlakuan bokashi sebagai anak petak yang terdiri dari 6 taraf yaitu Tanpa Bokashi/kontrol (B0), takaran 200 g/polybag (B1), 250 g/polybag (B2), 300 g/polybag (B3), 350 g/polybag (B4) dan 400 g/polybag (B5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan varietas PM-999 dengan bokashi takaran 300 gram per polibag adalah optimum bagi pertumbuhan tanaman. Varietas PM-999 menunjukkan nilai tertinggi dan berbeda dengan varietas Krida pada parameter jumlah buah cabai keriting. Perlakuan bokashi takaran 350 gram per polibag optimal terhadap hasil (berat buah segar) cabai keriting.
