PENGARUH KONSENTRASI PUPUK BIO-ORGANIK CAIR DAN PUPUK ORGANIK PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frustescens L.)
DOI:
https://doi.org/10.22487/agrotekbis.v13i6.2826Kata Kunci:
Cabai rawit, bio-organik herbafarm, bokhasi kandang sapiAbstrak
Tujuan dari penelitian ialah Mengetahui interaksi antara pemberian bio organik herbafarm dan pupuk kandang sapi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit, Mengetahui pengaruh pemberian pupuk bio organik herbafarm terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit, Mengetahui dosis pupuk kotoran kandang sapi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil cabair rawit. Penelitian ini di laksanakan pada bulan September sampai Februari 2023. Lokasi penelitian bertempat Di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak pola faktorial yang terdiri atas 2 faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang sapi yang terdiri atas 3 taraf yakni P0 : Tanpak pupuk kotoran kandang sapi, P1 : 10 ton/ha (setara dengan 6 kg/petak), P2 : 20 ton/ha (setara dengan 12 kg/petak). Sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi Bio Organik Herbafarm yang terdiri atas 2 taraf yakni H0 : Tanpa pupuk POC herbafarm dan H1 : 5 ml/L air. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 18 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdiri atas 18 tanaman per petak dengan 3 tanaman tengah sebagai tanaman sampel. Berdasarkan hasil penelitian ini tidak terdapat Interaksi pemberian Bio organik herbafarm dan pupuk bokashi kotoran kandang sapi terhadap semua parameter yang diamati, Pemberian konsentrasi bio-organik herbafarm (H1) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit menghasilkan nilai rata-rata terbaik dari semua parameter yang diamati dibandingkan dengan tanpa pemberian herbafarm (H0). Dan Dosis pupuk bokashi kotoran kandang sapi 20 ton/ha (P2) merupakan dosis terbaik terhadap berat buah dan jumlah buah per tanaman.
