UJI MORTALITAS DAN DAYA HAMBAT MAKAN EKSTRAK DAUN TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) TERHADAP LARVA Spodoptera frugiperda J.E. Smith (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE)
DOI:
https://doi.org/10.22487/f0sdfk69Kata Kunci:
Daya Hambat Makan, Ekstrak Daun Temulawak, Larva, Mortalitas Spodoptera frugiperdaAbstrak
Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Namun produksinya terhambat oleh serangan hama seperti Spodoptera frugiperda. Pengendalian bahan kimia berpotensi menyebabkan resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, pencarian alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan menjadi sangat penting. Salah satu solusi yang dapat digunakan untuk pestisida ramah lingkungan yaitu seperti menggunakan ekstrak daun temulawak (Curcuma xanthorrhiza). Sejumlah penelitian melaporkan bahwa ekstrak temulawak memiliki aktivitas antimikroba, antioksidan, dan insektisida terhadap beberapa jenis hama. Ekstrak daun temulawak (Curcuma xanthorrhiza). mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, saponin, dan kurkuminoid yang berpotensi menjadi insektisida alami. Penggunaan ekstrak daun temulawak untuk mengurangi intensitas serangan S. frugiperda memiliki dua keuntungan. Pertama, memanfaatkan bagian daun yang biasanya menjadi limbah sehingga bernilai ekonomis. Kedua, senyawa bioaktif yang terkandung di dalam daun dapat berperan ganda, yaitu meningkatkan mortalitas larva dan menghambat aktivitas makan sehingga mengurangi kerusakan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun temulawak terhadap mortalitas dan penghambatan makan larva S. frugiperda, dan untuk menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif terhadap kematian dan penghambatan pemberian makan larva S. frugiperda. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Tadulako dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan (termasuk kontrol) dan 4 ulangan. Konsentrasi ekstrak daun temulawak bervariasi dari 0,125 g/ml hingga 2 g/ml. Parameter yang diamati adalah mortalitas dan penghambatan makan larva instar III dalam waktu 1-5 hari setelah aplikasi. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa Konsentrasi 2 g/ml (P1) menghasilkan mortalitas tertinggi sebesar 88,75% dan penghambatan makan sebesar 99,55% pada 4 jam setelah aplikasi, kandungan senyawa aktif dalam kurkuma menyebabkan kerusakan fisiologis dan sistem pencernaan larva, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun temulawak (Curcuma xanthorrhiza) telah terbukti mampu mengendalikan larva Spodoptera frugiperda, terutama pada konsentrasi 2 g/ml. Aplikasi ini berpotensi menjadi solusi pengendalian hama yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Unduhan
Referensi
Adibah, F., Fauzi, M. T., & Haryanto, H. 2023. Uji Konsentrasi Pestisida Nabati Ekstrak Daun Jarak Pagar Terhadap Hama Ulat Bawang Merah Spodoptera exigua Hubn. J. Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek, 2(1): 91-99.
Ahyanti, M., & Yushananta, P. 2023. Kandungan Saponin dan Flavonoid pada Tanaman Pekarangan Serta Potensinya Sebagai Bioinsektisida Lalat Rumah (Musca domestica). J. Kesehatan Lingkungan, 17(1): 31-34.
Berri, D. W. S., Almet, J., & Wuri, D. A. 2020. Aktivitas Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Sebagai Larvasida Terhadap Aedes aegypti di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang. J. Kajian Veteriner, 8(1): 54–68.
BPS SULTENG. 2024. Produksi Tanaman Jagung.
Chatri, M., Advinda, L., & Putri, D. H. 2025. Senyawa Aktif Tumbuhan Yang Efektif Sebagai Pestisida Nabati Untuk Pengendalian Penyakit Tanaman. J. Biosense, 8(1): 62-75.
Dwi, N. R., Abdulkadir, W. S., & Hasan, H. 2023. Uji Toksisitas Ekstrak Etanol Kulit Terong Ungu (Solanum melongena L.) Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(1): 202–210.
Fadila, R. I., Iqbal, M., Triyandi, R., & Rahayu, I. D. 2024. Aktivitas Antioksidan pada Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Dan Jahe Merah (Zingiber officinale var Rubrum). Medical Profession Journal of Lampung, 14(4): 719-724.
Febriana, D. 2022. Penerapan Sanitation Standard Operating Procedures ( SSOP ) di PT Pramana Pangan Utama, Bogor: Supervisor Jaminan Mutu Pangan.
Glio, M. T., & Tinton, D. P. 2017. Membuat Pestisida Nabati untuk Hidroponik, Akuaponik, Vertikult & Sayuran Organik. Jakarta: AgroMedia.
Luqman, B. A., & Yuliani, Y. 2023. Efektifitas Ekstrak Campuran Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) dan Bintaro (Cerbera odollam) Terhadap Mortalitas Spodoptera litura F. LenteraBio : Berkala Ilmiah Biologi, 12(2): 179–185.
Malinda, S., & Pramayudi, H. N. 2023. Efikasi Ekstrak Inggu (Ruta graveolens L.) Dalam Mengendalikan Hama Spodoptera litura F. J. Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(4): 921–939.
Ma’tan, M. E., Pinaria, A. G., Kaligis, J. B., Watung, J. F., Paat, F. J., & Pioh, D. D. 2022. Plant Morphology and Analysis of Yellow Temulawak Curcumin (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) In the Kinilow Village. J. Agroekoteknologi Terapan, 3(2): 455–463.
Murniati, M., Wahid, A., & Khasanah, N. 2023. Efektivitas Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia L.) Terhadap Larva Crocidolomia Pavonana F. (Lepidoptera:Pyralidae) Pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.). Agrotekbis : J. Ilmu Pertanian, 11(3): 732–738.
Noer, S., Pratiwi, R. D., & Gresinta, E. 2018. Penetapan Kadar Senyawa Fitokimia (Tanin, Saponin dan Flavonoid) sebagai Kuersetin Pada Ekstrak Daun Inggu (Ruta angustifolia L.). J. Eksakta, 18(1): 19–29.
Nuraida, D. H., & Hariani, F. 2022. MONOGRAF Konsentrasi Ekstrak Serai Wangi (Kajian Mortalitas Ulat Grayak (Spodoptera litura). Medan: Guepedia.
Nuraeni, Y., & Darwiati, W. 2021. Utilization Of Plant Secondary Metabolites As Botanical Pesticides In Forest Plant Pests. J. Galam, 2(1): 1–15.
Raharjo, Sugara. 2021. Buku Pintar Penanggulangan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Yogyakarta: Diva Press.
Rajavamsi, M., Edpuganti, S. L., & Madhuri, K. S. 2020. Study on Oviposition Behaviour Of Spodoptera Frugiperda (J.E. Smith), Noctuidae: Lepidoptera: The Way Ahead for Ecological Management in India. Journal of Entomology and Zoology Studies, 8(6): 1578–1581.
Riyadi, A., & Pasaru, F. 2022. Toksisitas dan Daya Hambat Makan Ekstrak Daun Tembelekan (Lantana camara L.) Pada Larva (Spodoptera frugiperda) Toxicity and Inhibition of Eating Tembelekan Leat Extract in Larva of (Spodoptera Frugiperda). Agrotekbis, 10(4): 394–401.
Rosandy, D. F., Syamsulhadi, M., & Widjayanti, T. (2024). Uji Mortalitas Tiga Isolat Metarhizium Anisopliae Dan Ekstrak Tembakau Terhadap Hama Ulat Perusak Daun (Plutella Xylostella) (Lepidoptera: Plutellidae) Pada Tanaman Kubis. J. HPT (Hama Penyakit Tumbuhan), 12(2): 64-75.
Saifudin. 2014. Senyawa Alam Metabolit Sekunder Teori, Konsep, dan Teknik Pemurnian. Solo: Deepublish Digital.
Santoni, A. 2024. Potensi Tumbuhan Surian (Toona sinensis) Penghasil Senyawa Metabolit Sekunder dan Manfaatnya. Yogyakarta: Deepublish Digital.
Santoso, H. B. 2024. Farm Bigbook Budi Daya Empon-Empon Berkhasiat. Yogyakarta: Lily Publisher.
Susanti, R., Fadhillah, W., & Hanif, A. 2024. Aplikasi Bakteri Endosimbion Rayap Macrotermes gilvus Hagen dalam Mendekomposisi Berbagai Jenis Kayu dan Tanah Mineral AGRIUM: J. Ilmu Pertanian, 27(1): 89–97.
