ANALISIS TITIK PULANG POKOK USAHA COOKIES KELOR PADA INDUSTRI CV. BANUA PERTANIAN DI KOTA PALU

Penulis

  • Ni Komang Indah Tri Utami Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako
  • Effendy Effendy Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako
  • Sulmi Sulmi Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.22487/jpa.v4i3.2795

Kata Kunci:

Cookies kelor, Break Even Point, CV. Banua Pertanian, Analisis usaha

Abstrak

Meningkatnya permintaan terhadap produk pangan sehat mendorong lahirnya inovasi pada industri berbasis pertanian, termasuk pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan baku bergizi. CV. Banua Pertanian mengembangkan cookies kelor sebagai produk camilan sehat yang memiliki potensi ekonomi. Namun, permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakpastian efisiensi produksi serta perlunya penentuan titik pulang pokok (Break Even Point/BEP) sebagai dasar keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume produksi minimum yang harus dicapai agar usaha tidak mengalami kerugian sekaligus menganalisis tingkat keuntungan usaha cookies kelor. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif di CV. Banua Pertanian Kota Palu pada Oktober–November 2024. Responden dipilih secara purposive, yaitu pemilik usaha, satu karyawan produksi, dan satu karyawan pemasaran. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari catatan keuangan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2023 total penerimaan usaha mencapai Rp776.520.000 dengan total biaya produksi Rp656.832.564, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp119.687.436. Titik pulang pokok dicapai pada volume produksi 16.337 pcs atau Rp245.055.000, sedangkan produksi rata-rata bulanan sebesar 4.314 pcs memberikan keuntungan Rp4.598.968. Kesimpulannya, usaha cookies kelor CV. Banua Pertanian berada pada kondisi menguntungkan, meskipun efisiensi biaya operasional dan peningkatan kualitas produk tetap diperlukan untuk keberlanjutan usaha.

Referensi

Diterbitkan

2025-11-19

Terbitan

Bagian

Articles