Pengembangan Potensi Masyarakat Melalui Produksi Cocopeat Sebagai Media Tanam dan Pupuk Organik

Penulis

  • Shintami R Malik Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Asriana Sultan Prodi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako, Palu
  • Felix Kristianto Pomuruh Prodi S1 Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Tadulako, Palu 4Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu
  • Muh Ikhsan Januddin Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu
  • Musfiana G Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu
  • Nur Delima Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu
  • Rendra Zainal Maliki Prodi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu
  • Salsabila Salsabila Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu

DOI:

https://doi.org/10.22487/monsituvu.v4i2.2431

Kata Kunci:

Cocopeat, Limbah, Sabut Kelapa, Pertanian Berkelanjutan

Abstrak

Limbah sabut kelapa di desa Tindaki, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong merupakan salah satu sumber daya yang melimpah, akan tetapi pemanfaatannya masih sangat terbatas. Pengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan limbah sabut kelapa sebagai bahan dasar untuk produk bernilai tambah seperti media tanam organik, kerajinan tangan, dan peningkatan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan meliputi diskusi dengan pemerintah desa, survey lapangan, dan pelatihan untuk mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat. Hasil dari pengabdian ini menujukkan bahwa pengolahan sabut kelapa menjadi cocopeat dapat menjadi pengetahuan baru dalam mengolah limbah sabut kelapa dan dapat meningkatkan nilai ekonomi. Limbah sabut kelapa dapat mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Praktik pembuatan cocopeat dapat membuka usaha baru bagi masyarakat. Adanya optimalisasi pemanfaatan limbah sabut kelapa, Desa Tindaki berpotensi menjadi contoh desa yang memanfaatkan limbah lokal secara kreatif dan ramah lingkungan. Pengabdian ini merekomendasikan adanya pendampingan teknis dan pengembangan pasar untuk produk olahan sabut kelapa agar manfaatnya dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.

Referensi

Diterbitkan

2025-01-30

Terbitan

Bagian

Articles