Pemberdayaan Petani Kakao Melalui Agroforestri Sebagai Strategi Adaptif Mitigasi Degradasi Lahan

Penulis

  • Danang Widjajanto Laboratorium IlmuTanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako
  • Uswah Hasanah Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Rois Rois Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Abdul Rahman Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Rachmat Zainuddin Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Moh. Adnan Khaliq Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Sulmi Sulmi Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Syaifuddin Nasrun Program Studi Magister Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Rosmaniar Gailea Program Studi Magister Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu
  • Marliyah Marliyah Program Studi Magister Ilmu-Ilmu Pertanian, Universitas Muhammadiyah Palu

DOI:

https://doi.org/10.22487/monsituvu.v5i1.2627

Kata Kunci:

Agroforestri, Kakao, Konservasi Tanah-Air, Diversifikasi, Pemberdayaan Petani, Lahan Terdegradasi

Abstrak

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan petani kakao dalam mengembangkan sistem agroforestri sebagai strategi adaptif terhadap penurunan produktivitas pada lahan terdegradasi di Desa Bahagia, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan petani tentang agroforestri berbasis kakao, penguatan keterampilan dalam diversifikasi budidaya pertanian, serta mendorong upaya konservasi tanah dan air melalui metode vegetatif. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, pelatihan, diskusi kelompok, dan praktik langsung melalui demplot. Evaluasi keberhasilan dilakukan berdasarkan lima indikator: partisipasi, kelembagaan, kemandirian, diversifikasi, dan inisiatif konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat partisipasi dan inisiatif petani tergolong kriteria tinggi, meskipun dalam aspek kelembagaan dan kemandirian masih perlu ditingkatkan. Salah satu capaian penting dalam kegiatan ini adalah penerapan pengelolaan lahan mengggunakan model agroforestri pola tanam 3 strata melalui integrasi jenis tanaman kayu-kayuan, kakao, buah-buahan, dan tanaman obat dalam satu kesatuan lahan.   Penerapan praktek tersebut dapat mengurangi erosi tanah, meningkatkan efisiensi lahan, dan mendukung diversifikasi usahatani. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan agroforestri secara partisipatif dapat diterapkan secara adaptif di tingkat petani dengan tingkat keberhasilan mencapai kriteria Tinggi (skor:70).

Referensi

Diterbitkan

2025-07-24

Terbitan

Bagian

Articles