RESPON PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (Theobroma cacao L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN INTERVAL WAKTU PENYIRAMAN
DOI:
https://doi.org/10.22487/hg6m1h50Kata Kunci:
Pupuk Kandang Ayam, Interval Waktu Penyiraman, Bibit KakaoAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk takaran pupuk kandang ayam yang optimal dan interval penyiraman yang optimal terhadap pertumbuhan kakao. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Singa, Kecamatan herlang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan yang berlangsung pada bulan Maret hingga Juni 2021. Parameter yang diukur adalah tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, luas daun parsial, volume akar, panjang akar, berat kering dan interval waktu penyiraman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor perlakuan, pemberian pupuk kandang ayam sebagai faktor pertama dengan 4 taraf perlakuan serta interval waktu penyiraman sebagai faktor kedua dengan tiga perlakuan sehingga menghasilkan 4 x 3 perlakuan atau 12 perlakuan dengan kombinasi diulang tiga kali. Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata terhadap parameter tinggi tanaman, volume akar, panjang akar, berat kering dan efisiensi penggunaan air. Adapun perlakuan interval waktu penyiraman dan kombinasi kedua perlakuan tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan bibit kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dengan perbandingan takaran dengan tanah yaitu 1:1 merupakan perlakuan terbaik dan interval waktu penyiraman pada pembibtan kakao cukup disiram tiga hari sekali.
Unduhan
Referensi
Aliyah, T.N.B. Santosa, dan M. Astuti, (2017). Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Frekuensi Penyiraman terhadap bibit kakao (Theobroma Cacao L.). Jurnal Agromast. 2(1):38-51.
Arief , dan F.E. Wibowo, (2013). Peran Pupuk Nitrogen Dalam Pertumbuhan dan Hasil Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni M.). Makalah Seminar Umum. UGM, Yogyakarta.
Asmawati, E. Halid, dan Fatimah, (2010). Pengaruh Pupuk Kandang (Kotoran Ayam) Terhadap Pertumbuhan Sambung Pucuk Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Agroplantae. 4(1):34-39.
Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Kakao Indonesia. BPS Katalog. Jakarta.
Dalimunthe, R.R., Irsal, dan Meiriani, (2015). Respons Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Pemberian Pupuk Organik Vermikompos dan Interval Waktu Penyiraman Air Pada Tanah Subsoil. Jurnal Online Agroteknologi. 3(1):188-197.
Hendrata, R., dan Sutardi, (2010). Evaluasi Media dan Frekuensi Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit kakao (Theobroma cacao L.). jurnal Agrovigor. 3(1):10-18.
Karmawati, E., Z. Mahmud, M. Syakir, J. Munarso, K. Adana, dan Rubiyo, (2010). Budidaya dan Pascapanen Kakao. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Bogor. https://perkebunan.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2012/07/ perkebunan_panduan_kakao
Kurniawan, D., C. Hanum, dan M. Siregar, (2017). Root Morphophysiology Cocoa Seedlings (Theobroma cacao L.) on Watering Interval, Giving Mycorrhizae and Modification of Growing Media. Jurnal Pertanian Tropik. 4(3):209-218
Sholikah, M.H., Suyono, dan P.R. Wulandari, (2013). Efektivitas Kandungan Unsur Hara N Pada pupuk kandang Hasil Fermentasi Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terung (Solanum melongena L.). UNESA Jurnal of Chemistry. 2(1):131-136.
Susilo, E., Wartani, dan Isnaini, (2017). Pemberian Pupuk kandang Ayam dan Abu Janjang Kelapa Sawit Pada Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Jom FAPERTA. 4(1):1-12.
Taringan, L.,F.E Sitepu, dan R.R. Lahay, (2014). Respon Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Pemberian Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Organik Cair. Jurnal Online Agroekoteknologi. 2(4):1614-1626.
Yuliarty, N., 2009. Pupuk Organik. Lily Publisher. Yogyakarta.
