IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA TEGAKAN TANAMAN CENGKEH (Syzygium aromaticum) DI DESA PINOTU KECAMATAN TORIBULU KABUPATEN PARIGI MOUTONG
DOI:
https://doi.org/10.22487/k3p6g002Keywords:
Identifikasi, Kimia Tanah, Tanaman CengkehAbstract
Penelitiaan ini dilakasanakan mulai bulan April sampai Mei 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey secara lansgung di mana peneliti meninjau secara langsung kondisi lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi titik pengambilan sampel tanah yang telah ditentukan. Pengambilan sampel tanah ditentukan sebanyak 4 titik. Analisis data yang dilakukan dengan metode desktiptif yaitu menjelaskan suatu keadaan yang ada di lapangan berdasarkan identifikasi sifat kimia tanah pada perkebunan cengkeh. Hasil penelitian menunjukkan derajat kemasaman (pH) tanah berada pada kriteria masam. Nilai C-Organik tergolong pada kriteria rendah denga nilai berkisar 1,47 – 1,50. Nilai nitrogen (N-Total) tergolong pada kriteria sangat rendah dengan nilai berkisar antara 0,01 – 0,05. Nilai Fosof (P-Tersedia) tergolong pada kriteria sangat rendah dengan nilai antara 2,55 – 2,68. Nilai Kapasitas Tukar kation (KTK) tergolong pada kriteria rendah dengan nilai berkisar antara 15,47 – 14,31. Nilai Kalium (K) tergolong pada kriteria rendah sampai kriteria sedang dengan nilai berkisar 0,26 – 0,37. Nilai kalsium (Ca) tergolong pada kriteria sangat rendah dengan nilai berkisar antara 1,14 – 0,34.
Downloads
References
Andrianto. 2000. Kajian Pemberian Bahan Organik Terhadap Perubahan. Agroland. 6 (4): 8-13. Universitas Tadulako Press.
Barek. 2013. Sifat Kimia Tanah pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan di Desa Leboni Kecamatan Pamona Puselembo Kabupaten Poso. Skripsi (Tidak Dipublikasikan). Universitas Tadulako. Palu.
Darmawijaya. 1990. Klasifikasi Tanah: Dasar Teori bagi Peneliti Tanah dan Pelaksana Pertanian di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ditjen. 2002. Penilaian Kualitas Tanah Berdasar Kandungan Bahan Organik di Kabupaten Bima.
Farrasati. R, Pradiko. I, Rahutomo. S, Sutarta. S. E, Santoso. H, Hidayat. F 2019. C-Organik Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit Sumatera Utara: Status dan Hubungan dengan Beberapa Sifat Kimia Tanah. Peneliti Ilmu Tanah dan Agronomi Pusat Penelitian Kelapa Sawit Jl. Brigjen Katamso No. 51, Medan 20158, Sumatera Utara. J. Tanah dan Iklim. 43 (2): 157-165. Edisi Desember 2019.
Hakim, N. Yusuf, N, Amblubis, Sutopo, G.N, M. Amin D. G. O. BH., H.H. Baillery. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Lampung : Universitas Lampung.
Hanafiah. 2009. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Refika Aditama. Jakarta.
Hanafiah, K.A. 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Raja Grafindo. Jakarta.
Hardjowigeno, S. 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Jakarta : Akademik Pressindo.
Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
Hasibuan, B A. 2006. Ilmu Tanah. Universitas Sumatra Utara. Fakultas Pertanian. Media.
Herawati, MS. 2015. Kajian Status Kesuburan Tanah di Lahan Kakao Kampung Klain Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong. J. Agroforestri. 10 (3) : 201-208.
Indranada., Henry. K. 2002. Pengelolaan Kesuburan Tanah, Jakarta: PT. Bina Aksara.
Izzudin. 2012. Perubahan Sifat Kimia dan Biologi Tanah Pasca Kegiatan Perambahan di Areal Hutan Pinus Reboisasi Kabupaten Humbang Hasunduta Provinsi Sumatera Utara.
Leiwakbessy. 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Jakarta : Akademik Pressindo.
Madjid. 2007. Sifat dan Ciri Tanah. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor: Bogor.
Mukhlis. 2007. Analisis Tanah dan Tanaman. USU Press, Medan. 155 Ha.
Munawar, A. 2011. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Cetakan I, PT. IPB Press. Bogor. 240 hal.
Munawwara. 2011. Bercocok Tanam Cengkeh. Semarang: Aneka Ilmu.
Mustofa. 2017. Perilaku Harga dalam Pemasaran Cengkeh di Indonesia. J. Ekonomi Pertanian dan Pembangunan. 1 (1): 22-28.
Novizan. 2005. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Oksana, M. Irfan, dan M. Utiyal Huda. 2012. Pengaruh Alih Fungsi Kawasan Hutan menjadi Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Sifat Kimia Tanah. UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Riau. J. Agroteknologi. 3 (1): 29-34. Edisi Agustus. 2012.
Putri. O. H, Utami. S. R, dan Kurniawan. S. 2019. Sifat Kimia Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan di UB Forest. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. J. Tanah dan Sumberdaya Lahan. 6 (1): 1075-1081. 2019.
Rahayu, S. 2008. Keperawatan Keluarga. Yogyakarta : Graha
Rosmarkam, A dan N.W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.
Sandil, A.N., M. Montolalu, dan R.I. Kawulusan. 2021. Kajian Sifat Kimia Tanah pada Lahan Berlereng Tanaman Cengkeh (Syzygium aromaticum. L.) Di Salurang Kecamatan Tabukan Selatan Tengah. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian. Universitas Sam Ratulangi Manado. Soil-Env. 21. (3): 18-2.
Sucliffe dan Baker 2010. Kesuburan Tanah. Universitas lampung Press. Lampung. Pressindo. Jakarta.
Supriyadi, S. 2008. Kandungan Bahan Organik sebagai Dasar Pengelolaan Tanah di Lahan Kering. Madura. Embryo. 5 (2): 175-183.
Sutedjo, M. M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.
Taufik. 2008. Studi Terhadap Prestasi Pompa Hidraulik Ram dengan Variasi Beban Katup Limbah. Yogyakarta: Universitas Sanata Darma.
Tisdale, S. L., W. L. Nelson, J. D. Beaton. 1990. Soil
Fertility and Fertilizer Macmillan Pub. Co. New York Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.
Wasis. B, Setiadi. Y dan Eko. MP. 2012. Perbandingan Sifat Kimia dan Biologi Tanah Akibat Keterbukaan Lahan pada Hutan Reboisasi Pinus. J. Silvikultur Tropika. 3 (1): 33-36. Edisi April 2012.
