ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH SEMI ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA TINDAKI KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG

Authors

  • I Kadek Duistiyana
  • Dance Tangkesalu
  • Made Krisna Laksmayani

DOI:

https://doi.org/10.22487/x46pjq13

Keywords:

Komparatif, Pendapatan, Semi Organik, Anorganik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani padi sawah semi organik dan usahatani padi sawah anorganik di Desa Tindaki. Lokasi Penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yakni di Desa Tindaki Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Jumlah sampel  sebanyak 85 sampel dengan penarikan sampel pada sistem pertanian padi sawah semi organik menggunakan metode sensus dengan jumlah sampel sebanyak 46 petani, sedangkan untuk sistem pertanian padi sawah anorganik penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan jumlah sampel sebanyak 39 petani. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan  dan komparatif menggunakan uji idenpendent t-test. Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata pendapatan petani padi sawah di Desa Tindaki Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong pada petani padi sawah semi organik yaitu Rp12.756.112,45 Ha/MT dan pendapatan petani padi sawah anorganik yaitu Rp11.077.110,09 Ha/MT. Hasil pengujian hipotesis terhadap perbandingan pendapatan petani padi sawah semi organik dan petani padi sawah anorganik di Desa Tindaki diperoleh nilai thitung sebesar 2,16 dengan  5% ttabel 1,66 maka thitung  ttabel maka H0 ditolak, artinya pendapatan petani padi sawah semi organik berbeda nyata dengan pendapatan petani padi sawah anorganik di Desa Tindaki Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Astuti, D. A., Sudarsono, Ahmad, S., dan Muhamad, S. 2016. Pengembangan Pertanian Organik di Indonesia. IPB Press. Bogor.

Buku Pedoman Dinas Pertanian Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. 2016.

Direktorat Jenderal Pangan Kementerian Pertanian. 2016. Pengembangan Desa Organik Padi Tahun 2016.

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Parigi Moutong. 2020. Produksi Padi Sawah Kabupaten Parigi Moutong.

Domiah A., dan Jani, J. 2018. Studi Komparatif Usahatani Padi Sawah Semi Organik dan Konvensional di Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari. JESP. Vol. 11. (3): 53-65.

Laksmayani, M. K, Crishtophorus, Karlina, M. T, Shintami, R. M, dan Muh. Fahruddin, N. 2019. Analisis Komparatif Usahatani Padi Sawah Semi Organik dan Anorganik di Desa Balinggi Jati Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. e-J Agrotekbis Vol. 7. (6): 721-727.

Mariana, Fembriarti, E. P, dan Novi, R. 2016. Manfaat Program Sertifikasi Prima-3 dan SLPHT dalam Mengembangkan Usahatani Nanas yang Berkelanjutan di Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Agribisnis. Vol. 4. (1): 56-66.

Mayrowani. 2012. Pengembangan Pertanian Organik di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi Vol. 3. (2): 91-108.

Sari, B. M., Bustanul, A., dan Yaktiworo, I. 2018. Keberlanjutan Usahatani Manggis Program Sertifikat Prima di Kecamatan Kota Angung Kabupaten Tanggamus. JIIA. Vol. 6 (3): 271-278.

Soekartawi. 2011. Ilmu Usahatani. UI-PRESS. Jakarta.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik, Permasyarakatan dan Pengebangannya. Kanisius. Yogyakarta.

Suhartini. 2013. Kualitas Lingkungan pada Usahatani Padi Sawah Semi Organik dan Non Organik serta Dampaknya Terhadap Produktivitas Padi di Kabupaten Sragen. Jawa Tengah. Jurnal Habitat. Vol. 14. (1): 17-84.

Winangun, Y. W. 2005. Membangun Karakter Petani Organik dalam Era Globalisasi. Kanisius Media. Yogyakarta.

Wonga, M. E., dan Tutut, D. S. 2021. Studi Komparatif Pendapatan Petani Padi Sawah Organik dan Petani Padi Sawah Non Organik. Jurnal Ilmiah Nasional. Vol. 1. (1): 30-37.

Published

2026-04-02

Issue

Section

Articles