TINGKAT SERAPAN DAN ARAS KRITIS HARA NITROGEN PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)
DOI:
https://doi.org/10.22487/nmm91a39Keywords:
Tingkat Serapan, Aras Kritis, Nitrogen, Tanaman Kacang HijauAbstract
Tanah adalah suatu benda alami heterogen, yang terdiri atas komponen-komponen padat, cair dan gas, dan mempunyai sifat serta perilaku yang dinamik. Salah satu unsur hara esensial yang diserap oleh tanaman dalam jumlah yang besar adalah unsur hara Nitrogen (N). Merosotnya tingkat kesuburan tanah akibat kekahatan sejumlah hara merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan hasil pertanian. Aras kritis (critical level) menunjukkan kadar hara dalam jaringan, di bawah kadar ini menampakan gejala kekahatannya, umumnya pada aras ini hasil panen turun 10%. Jika diberi tambahan hara, tanaman bersifat sangat responsif, dan gejala kekahatan akan menghilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui batas efisiensi respons tanaman terhadap pemberian hara N dan batas aras kritis tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sunju Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, dan Analisis Sifat Kimia Tanah dilaksanakan di Laboratorim Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini berlangsung dari bulan Desember 2023 hingga bulan Juli 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Rancangan Acak Lengkap(RAL) 1 faktorial, 7 perlakuan diulang 3 kali sehingga seluruhnya ada 21 pot percobaan yang akan diamati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk urea dengan dosis yang semakin meningkat mampu meningkatkan serapan hara N pada tanaman kacang hijau. Pada tanah yang belum diaplikasikan pupuk hasil N-total yaitu 0.11 sangat rendah. Setelah diaplikasikan N-total berkisar 0.53 sampai 1.13 sangat tinggi. Dosis yang mempengaruhi aras kritis hara nitrogen berada pada 230 kg/ha. Dimana dosis ini tidak lagi menunjukkan respons terhadap pemberian pupuk, daerah ini disebut juga zona kecukupan hara.
Downloads
References
Adam, S. Y. Y., Nurjasmi, R., dan Banu, L. S. (2019). Pengaruh Kompos Kulit Bawang Merah dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabe Rawit (Capsicum frutescens L.). J. Ilmiah Respati.10(2): 146- 155.
Arsyad, S.(2010). Konservasi Tanah dan Air. Edisi ke-2. Bogor: IPB Press.
Atman. 2007. Teknologi budidaya kacang hijau (Vigna radiata L.) di lahan Sawah. J. Tambua.4(1) : 89-95.
Darman, S. (2006). Efisiensi Serapan Fosfat Dan Pengaruh Komponen Beberapa Sifat Kimia Tanah Terhadap Hasil Tanaman Keledai Akibat Pemberian Ekstrak Kompos dan Pupuk Fosfat Pada Oxic Dystrudepts. J. Agrisains.. 7.(2) : 86-93.
Harjoko, D. (2005). Hubungan Antara Dosis Pemupukan Nitrogen, Kadar Klorofil Dan Laju Fotosintesis Pada Tanaman Padi Sawah. http://elib.pdii.lipi.go.id, [18/05/2013].
Havlin JL, JD Beaton, SL Tisdale and WL Nelson. (2005). Soil Fertility and Fertilizers. An Introduction to Nutrient Management. Seventh Editon. Pearson Education Inc. Upper Saddle River, New Jersey.
Kusumawati, A. (2021). Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Yogyakarta: Poltek LPP Press.
Kurnia, N.,Sasli, I.& Wasian. 2021. Pengaruh Pemupukan Fosfat dan Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Gabah Padi Hotam di Sawah Tadah Hujan. Teknologi Pangan dan Agroindustri Perkebunan. 1 (1):1-9.
Karamina, H., Fikrinda, W., & Murti, A. T. (2017). Kompleksitas pengaruh temperatur dan kelembaban tanah terhadap nilai pH tanah di perkebunan jambu biji varietas kristal (Psidium guajava l.) Bumiaji, Kota Batu. Kultivasi, 16(3).
Lehar, L., Wardiyati, T., Maghfoer, M.D. and Suryanto, A.(2016). Selection of Potato Varieties ( Solanum tuberosum L.) in Midlands and the Effect of Using Biological Agents.International journal of Biosciences 9(3) : 129-138. http://dx.doi. org/10. 12692/ijb/9.3.129-138.
Musa, A.R . 2016 . Pengaruh Pemberian Limbah Ikan dan Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata. L). Skripsi FAPERTA UIR. Pekanbaru.
Maulani, N. W. (2019). PENGARUH KOMBINASI DOSIS PUPUK ORGANIK DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MELON (Cucumis melo L) Varietas Madesta F1: Fakultas Agrobisnis dan Rekayasa Pertanian, Universitas Subang. Jurnal Agrorektan, 6(2), 59-76.
Nurjen, Sudiarso dan Nugroho. 2002. Peranan pupuk kotoran ayam dan pupuk urea terhadap partumbuhan dan hasil kacang hijau varietas Sriti. Agrivita24 (1): 1-8.
Nuryani, S., Haji, M. & Widya, N. 2010. Serapan Hara, N, P, dan K Tanaman Padi Dengan Berbagai Lama Penggunaan Pupuk Organik Pada
Vertisol Sragen. J. Ilmu Tanah dan Lingkungan. 10 (1) : 1-13.
Patti, P. S, et al,.2013. Analisis Status Nitrogen Tanah Dalam Kaitannya dengan Serapan N oleh Tanaman Padi Sawah di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. J. Agrologia. 2(1): 51- 58.
Sitorus, N. (2017). Pendeteksian pH Air Menggunakan Sensor pH Meter V1. 1 Berbasis Arduino Nano.
Supriadi dan Soeharsono. 2005. Kombinasi Pupuk Urea Dengan Pupuk Organik Pada Tanah Inceptisol Terhadap Respon Fisiologis Rumput Hermada (Sorghum Bicolor). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Yogyakarta.
Sanchez, Pedro, A 1992, sifat pengelolaan tanah tropika, Penerjemah Johar T. Jayadinata, Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Suharno., Mawardi, I., Setiabudi, Lunga, N dan S. Tjitrosemito. 2007. Efisiensi Penggunaan Nitrogen pada Tipe Vegetasi yang Berbeda di Stasiun Penelitian Cikaniki, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat. Biodiversitas.
Susanti, A., Airlangga, P., Fauzi, M. I., Hidayatullah, F., & Naimah, S. (2022). Pemanfaatan Limbah Jagung dan Kedelai untuk Pakan Ternak Ruminansia di Desa Jatiwates Kecamatan Tembelang Jombang. Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 39-44.
Trustinah. 1992. Biologi Kacang Hijau. Dalam T. Adisarwanto, Sugiono, Sunardi, dan A. Winarto (Eds.). Kacang Hijau. Monograf Balittan Malang.
Walunguru, L., Lende, A.M. & Hasan, M. 2009. Kadar N, P, K, Ca Jaringan Sawi Pada Lahan Yang Diberi Air Bm Sapid dan Bokashi Dengan Penambahan Beberapa Bahan Peningkat Hara. J. Partner. 16 (1):56- 62.
