KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CRACKERS MPASI PADA BERBAGAI RASIO EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)

Authors

  • Siska Wulandari
  • Rostiati Dg Rahmatu
  • Septian Palma Ariani

DOI:

https://doi.org/10.22487/mjppew67

Keywords:

Buah Naga, Crackers, Kacang Hijau, MPASI

Abstract

Crackers merupakan jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia. Masyarakat membutuhkan asupan MPASI organik kepada balita dengan harga terjangkau, tanpa pengawet dan tanpa tambahan pewarna sintetis. Buah naga mengandung pigmen antosianin yang baik digunakan untuk pewarna alami sedangkan kacang hijau dikenal sebagai sumber protein nabati yang memiliki kandungan protein yang baik dalam pembuatan crackers MPASI. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik kimia dan organoleptik yang terbaik pada perbandingan rasio ekstrak buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan tepung kacang hijau (Vigna radiata L.) crackers MPASI. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri, Fakultas Pertanian dan Laboratorium Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk analisis fisiokimia dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk analisis organoleptik. Dengan rasio penambahan ekstrak buah naga dan tepung kacang hijau (mL/g) yaitu P0 = tanpa perlakuan (kontrol), P1 = 20:50, P2 = 30:40, P3 = 40:30, P4 = 50:20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rasio perbandingan 50:20 (mL/g) memberikan perlakuan terbaik pada crackers MPASI. Nilai kadar air, kadar abu dan protein crackers akan semakin meningkat jika semakin banyak spoporsi tepung kacang hijau yang ditambahkan sedangkan pada organoleptik akan semakin meningkat jika semakin banyak penambahan ekstrak buah naga yang ditambahkan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asmawati, Sunardi, H., dan Ihromi, S. 2018. Kajian Persentase Penambahan Gula Terhadap Komponen Mutu Sirup Buah Naga Merah. J. Agrotek Ummat. 5 (2): 97-52.

Astuti, D., K. Kawiji dan E. Nurhartadi. 2018. Kajian Sifat Fisik, Kimia dan Sensoris Crackers Substitusi Tepung Sukun (Artocarpus communis) Termodifikasi Asam Asetat dengan Penambahan Sari Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius). J. Teknologi Hasil Pertanian. 11 (1): 1-10.

Badan Standar Nasional. 2022. Standar Nasional Indonesia Tentang Syarat Mutu Cookies (SNI 2973: 2022). Jakarta. Badan Standar Nasional Indonesia.

Bania, A. S. Akob, Bachtiar dan N.C., Faridy. 2022. Pelatihan Pembuatan Bubuk MP-Asi Organik sebagai Pembudayaan Hidup Sehat di Aceh. Surya Abdimas. 6 (4): 732–739.

Bumi D.S, S. Yuwanti, M. Choiron. 2015. Karakterisasi Selai Lembar Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dengan Variasi Rasio Daging dan Kulit Buah. Berkala Ilmiah Teknologi Pertanian. 10: 1-8.

Cauvain, S. P. 2021. Baking Technology and Nutrition: Towards a Healthier World. Hoboken, NJ, USA. Wiley Blackwell.

Ernisti, W., S. Riyadi dan F.M. Jaya. 2018. Karakteristik Biskuit (Crackers) yang Difortifikasi dengan Konsentrasi Penambahan Tepung Ikan Patin Siam (Pengasius hypophtalmus) Berbeda. J. Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan. 13 (2): 88-98.

Fatmawati, F., A.H. Laenggeng, dan F. Amalinda. 2019. Analisis Kandungan Gizi Makro Kerupuk Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). J. Kolaboratif Sains. 1 (1): 21-31.

Fikriyah, Y. U., dan R.S., Nasution. 2021. Analisis Kadar Air dan Kadar Abu pada Teh Hitam yang Dijual di Pasaran dengan Menggunakan Metode Gravimetri. Amina. 3 (2): 50-54.

Hairunnisa, Suherman dan Supriadi. 2017. Analisis Zat Gizi Makro dari Tepung Kombinasi Kakao (Theobroma cacao L.) dan Ubi Kayu (Manihot utilissima) sebagai Bahan Dasar Biskuit. J. Akademika Kimia. 6 (4): 200-207.

Izza, N. K, N. Hamidah dan Y. I. Setyaningrum. 2019. Kadar Lemak dan Air pada Cookies dengan Subtitusi Tepung Ubi Ungu dan Kacang Tanah. J. Gizi. 8 (2): 106-114.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Buku Saku: Panduan Pemberian Makan Bayi dan Anak. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. Pusat Promkes Kemenkes RI. 18 8 2015. promkes.depkes.go.id/2015/8/18/pemerintah serius tangani gizi masyarakat/ (Diakses Oktober 14, 216).

Khatarina, S. 2018. Kajian Substitusi Tepung Umbi Suweg (Amorphophallus Campanulatus B) pada Pembuatan Crackers terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik. Bandar Lampung: Universitas Lampung.

Kumalasari, I. D., dan A.P. Devira. 2024. Aktivitas Antioksidan dan Evaluasi Sensori Kukis Tersubstitusi Tepung Kacang Hijau dan Tepung Kulit Buah Naga Merah. J. Teknologi dan Industri Pangan. 35 (1): 67-78.

Manihuruk, F.M., T., Suryati dan I.I., Arief. 2017. Effectiveness of The Red Dragon Fruit (Hylocereus polyrhizus) Peel Extract as The Colorant, Antioxidant and Antimicrobiol on Beef Sausage. Media Peternakan. 40 (1): 47-54.

Mani-López, E., García, H. S and López-Malo, A. (Eds.). 2022. Food Processing and Preservation Technology: Advances, Methods, and Applications. Boca Raton, FL, USA. Apple Academic Press.

Mujahidah, F. F. 2020. Pengaruh Bee Pollen Terhadap Daya Terima dan Kandungan Zat Gizi dalam Pembuatan Crackers. J. Ilmiah Kesehatan (JIKA). 2 (2): 53-60.

Purnama, R. C., D. Lutfianawati, I.L. Nira, W.A. Novalia dan Y. A. K Putri, 2023. Sari Kacang Hijau Sebagai Makanan Pendamping ASI (MPASI) Dalam Upaya Pencegahan Stunting. J. of Public Health Concerns. 3 (1): 58-63.

Ratnasari, D., Y., Yunianta dan J., M. Maligan. 2015. Pengaruh Tepung Kacang Hijau, Tepung Labu Kuning, Margarin Terhadap Fisiokimia dan Organoleptik Biskuit [In Press September 2015]. J. Pangan dan Agroindustri. 3 (4): 1652-1661.

Rosida, D. F., N.A., Putri dan M. Oktafiani. 2020. Karakteristik Cookies Tepung Kimpul Termodifikasi (Xanthosoma sagittifolium) dengan Penambahan Tapioka. Agrointek: J. Teknologi Industri Pertanian. 14 (1): 45-56.

Rosidah, R., T. Agustina dan O. Paramita. 2019. Kualitas Organoleptik Roti Manis Subtitusi Tepung Jagung Kuning dengan Metode Penepungan Berbeda. Teknobuga: J. Teknologi Busana dan Boga, 7(1): 46-52.

Setyaningsih, W., dan H. Mansur. 2018. Hubungan Pemberian MP-Asi dengan Status Gizi Bayi Usia 6-12 Bulan. Mikia: Mimbar Ilmiah Kesehatan Ibu Dan Anak (Maternal And Neonatal Health Journal). 2 (2): 61-64.

Sipahutar, Y. H. 2015. Pengaruh Penambahan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) pada Pengolahan Cendol. J. Teknologi dan Penelitian Terapan STP. 18 (1): 63-70.

Sjarif, D.R dan K. Yuliarti. 2015. Current Issues in Pediatric Nutrition and Metabolic Problems. Jakarta. Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM.

Tandi. R. S. Hastuti, T. Tahril dan S. Mulyani. 2021. Analisis Kadar Vitamin A, C dan E pada Biskuit dari Formulasi Tepung Labu Siam (Sechium Edule) dan Tepung Kacang Hijau (Vigna Radiata L.) (Doctoral Dissertation) Universitas Tadulako. J Banua Oge Tadulako. 1 (1): 40-46.

Teguh, R. P. K., I. Nugerahani dan N. Kusumawati. 2015. Pembuatan Yoghurt Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus L.): Proporsi Sari Buah dan Susu UHT Terhadap Viabilitas Bakteri dan Keasaman Yoghurt. J. Teknologi Pangan dan Gizi (J. of Food Technology and Nutrition). 14 (2): 89-94.

Tiara, N. M., P. Purgiyanti dan A.B., Riyanta. 2024. Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Kurisi (Nemipterus nematophorus) sebagai Sumber Kalsium dalam Sediaan Crackers. J. Kesehatan Rajawali. 14 (1): 13-17.

Utami, H.M., N. Novidahlia dan Aminulla. 2022. Sifat Mutu Kimia dan Sensoris Cookies Tepung Kulit Buah Naga Merah dengan Penambahan Tepung Kacang Hijau. J. Agroindustri Halal. 8 (2): 270-277.

Verawati, B., dan N. Yanto, 2018. Daya Terima Biskuit Tinggi Protein dengan Penambahan Tepung Biji Durian (High Protein Biscuit Received Power With the Addition of Durian Seed Flour). Prepotif: J. Kesehatan Masyarakat. 2 (2): 1-7.

World Health Organization. 2021. Guiding Principles for Complementary Feeding of The Breastfed Child. World Health Organization.

Yuliana, Y., dan R., Novitasari. 2014. Pengaruh Substitusi Tepung Terigu dengan Tepung Pisang Kepok (Musa paradisiacal Formatypica) Terhadap Karakteristik Mie Kering yang Dihasilkan. J. Teknologi Pertanian. 3 (1): 1-14.

Published

2026-04-02

Issue

Section

Articles