PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI BAP DAN NAA TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG PUTIH (Allium Sativum L.) SECARA IN VITRO
DOI:
https://doi.org/10.22487/cpr44h84Keywords:
Bawang putih, BAP, NAAAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi yang optimal serta kombinasi terbaik dari zat pengatur tumbuh BAP dan NAA untuk pertumbuhan bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako dari bulan Januari sampai April 2021. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor, yaitu konsentrasi BAP yang digunakan ( 0 ppm, 1 ppm, 1,5 ppm, 2 ppm ) dan konsentrasi NAA (0 ppm, 0,1 ppm, 0,25 ppm, 0,5 ppm). Setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga jumlah percobaan sebanyak 48 unit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA dua jalur yang dilanjutkan dengan uji BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi BAP dan NAA pada jumlah tunas dan jumlah akar bawang putih diperoleh pada perlakuan yang sama, yaitu BAP 0 ppm. Sedangkan, pada jumlah daun (helai) dengan pemberian NAA 0.0 ppm menghasilkan jumlah daun dengan rata-rata 21,6. Pada tinggi tanaman 6 MST menunjukkan bahwa pada perlakuan kombinasi 0 ppm BAP dan 0,25 ppm NAA diperoleh rata-rata 33,53 per eksplan.
Downloads
References
Amanullah M.M., S. Sekar, S. Vincent. 2010. Plant Growth Substances in Crop Production: “A review”. Asian J. Plant Sci. 9: 215-22.
Anwar, N. 2007. Pengaruh Media Multiplikasi Terhadap Pembentukan Akar pada Tunas In Vitro Nenas (Ananas Comocus L.). Merr. CV. Smooth Cayenne Di Media Pengakaran. Skripsi Diterbitkan. Fakultas Pertanian. Institute Pertanian Bogor. Bogor 37 hal.
BPS. 2019. Produksi dan Produktifitas Bawang Putih Menurut Provinsi Tahun 2014-2018. Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura : Jakarta
Fereol, L., Chovelon, V., Caussem, Michaux-Ferriere, and Kahane. 2002. Evidence of a Somatic Embryogenesis Proess for Plant Regeneration in Garlic (Allium Sativum L.). Plant Cell Rep. 21: 197-203.
George, E,F., M. A. Hall, and G.J.D. Clerk. 2007. Plant Propagation by Tissue Culture 3rd Edition. Springer, Netherlands. Pp. 175-178.
Lestari, EG. 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan. J AgroBiogen. 7 (1): 63-68.
Majewski M, 2014. Allium sativum: Facts and Myths Regarding Human Health. Journal National Insurance Public Health. 65 (1): 1-8.
Pramanik, D. dan F. Rachmawati. 2010. Pengaruh Jenis Media Kultur In Vitro dan Jenis Eksplan Terhadap Morfogenesis Lili Oriental. Balai Penelitian Tanaman Hias. Cianjur. 20 (2): 111-119.
Priyono, D. Suhandi, dan Matsaleh. 2000. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh. IAA dan 2-IP pada Kultur Jaringan Bakal Buah Pisang. J. Hortikultura. 10 (3): 183-190.
Samijan, T.R. Prastuti, dan Pramono, J. 2011. Intensifikasi Budidaya Bawang Putih. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian: Jawa Tengah.
Siti Mutmainah, 2016. Induksi Tunas Adventif Bawang Putih Tunggal (Allium sativum) dengan Penambahan BAP dan NAA secara In Vitro. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN).
Sugiyanti, E. 2008. Pengaruh Kombinasi BAP dan NAA Terhadap Pertumbuhan Tunas Zodia (Euodia suaveolens Scheef). secara In Vitro. Skripsi Diterbitkan Fakultas MIPA UNS Surakarta. 19 hal.
Yunus, A. 2007. Pengaruh IAA dan Kinetin Terhadap Pertumbuhan Eksplan Bawang Merah (Allium ascolonicum L.) secara In Vitro. J. Akta Agrosia. Edisi Khusus. 1 (1): 53-58.
