ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI DESA SIMORO KECAMATAN GUMBASA KABUPATEN SIGI
DOI:
https://doi.org/10.22487/vte8c913Keywords:
Jagung Hibrida, Pendapatan, UsahataniAbstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui berapa besar pendapatan usahatani jagung hibrida di Desa Simoro Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis pendapatan di mana selisih dari total penerimaan dan total biaya dengan rumus π = TR - TC. Penentuan responden menggunakan metode sensus yaitu mengambil keseluruhan populasi petani jagung hibrida di Desa Simoro yaitu 42 petani dengan jumlah keseluruhan luas lahan sebesar 34 ha yang ada di Desa Simoro. Rata-rata produksi yang diperoleh dari rata-rata luas lahan 0,81 ha sebesar 1.881 kg dengan rata-rata harga jual 4.300/Kg. Diperoleh rata-rata penerimaan responden petani jagung hibrida sebesar Rp. 8.088.095/0,81 ha/Mt atau setara dengan Rp. 9.985.302,76/ha/Mt. Rata-rata total biaya petani jagung hibrida sebesar Rp. 4.051.106/0,81 ha/Mt atau setara dengan Rp. 5.556.921/ha/Mt, sehingga pendapatan yang diperoleh petani jagung hibrida sebesar Rp. 3.586.989 atau setara dengan Rp. 4.428.382/ha/Mt.
Downloads
References
Andriani. 2019. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keoutusan Petani dalam Pemilihan Pasar di Kabupaten Indramayu. J. Penyuluhan. 15 (2): 286-298.
Gultom. 2012. Penggunaan Pupuk untuk Tanaman Kurang Air. Kanisius. Yogyakarta.
Harianti dan Arsida. 2018. Analisis Pendapatan Petani di Desa Manuweru Kecamatan Babar Timur Kabupaten Maluku Barat Daya. J. Agriland. 4 (3): 71-78.
Husinsyah. 2014. Kontribusi Pendapatan Petani Karet Terhadap Pendapatan Petani di Kampung Mencimai. E-J. EP UNUD. 3 (1): 9-20.
Husodo dan Yudo. 2011. Pertanian Mandiri. Penebar Swadaya. Jakarta.
Juliansyah dan Riyono. 2018. Pengaruh Produksi, Luas Lahan dan Tingkat Pendidikan Terhadap Pendapatan Petani Karet di Desa Bukit Hagu Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara. J. Ekonomi Pertanian Unimal. 1 (2): 65-72.
Lihawa. 2017. Evaluasi Karakteristik Sumberdaya Alam dan Lingkungan di Limboto. J. Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. 7 (3): 260-266. Edisi Desember 2017.
Maramba. 2018. Pengaruh Karakteristik Terhadap Pendapatan Usahatani Jagung di Kabupaten Sumba Timur (Studi Kasus: Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur). J. Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. 2 (2): 94-101.
Prabowo. 2018. Kebijakan Pemerintah dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan di Indonesia. MEDIAGRO. 6 (2): 62-73.
Rahim Abdullah dan Retno Dwi. 2011. Sistem Manajemen Agribisnis. Makassar. Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Ratulangi. 2019. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani Menanam Jagung Manis dan Jagung Lokal. J. Ilmiah Agrisosioekonomi. 15 (3): 463-472.
Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Soekartawi. 2006. Teori Ekonomi Produksi dengan Analisis Cob-Douglass. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Soeharso, dan Patong. 2002. Sendi-Sendi Pokok Ilmu Usahatani. Universitas Hasanuddin. Ujung Pandang.
Suarni dan Herman. 2013. Langkah untuk Konsumsi Jagung . Tulisan Sinar Tani.
Surani dan Yasin. 2011. Jagung Sebagai Sumber Bahan Pangan Fungsional. Bulletin IPTEK Tanaman Pangan. J. Litbang Pertanian. 32 (2): 47-55.
Tambunan. 2012. Pertanian Indonesia. Institut Internasional untuk Pembangunan Pertanian.
Triharso. 2010. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Yulianti. 2015. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat Transmigrasi di Trans Sakato Jaya Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat. 1-9.
