ANALISIS NILAI TAMBAH KEDELAI MENJADI TAHU PADA INDUSTRI TAHU “VIVI” DI KOTA PALU

Authors

  • Risky Novianto Lallo
  • Arifuddin Lamusa
  • M. Fardhal Pratama

DOI:

https://doi.org/10.22487/bbmy6x82

Keywords:

Manajemen Persediaan, Bahan Baku

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah kedelai menjadi tahu pada Industri Tahu Vivi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Responden berjumlah 3 orang yang terdiri dari 1 pemimpin industri, 2 karyawan di bidang produksi. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah analisis nilai tambah (Metode Hayami). Hasil analisis menunjukkan produksi tahu pada Industri Tahu “Vivi” bulan Juli Tahun 2021 menggunakan 115.000 kg kedelai dan menghasilkan 69.440 kg tahu. Dalam 1 bulan produksi Industri Tahu “Vivi” menghasilkan 2.170 loyang, 1 loyang berisi 32 kg dan dijual dengan harga Rp. 115.000/Loyang tahu. Besarnya pendapatan produksi tahu pada Industri Tahu Vivi yaitu sebesar Rp. 8.527. dan nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp. 363.999/kg, dengan keuntungan sebesar Rp. 4.934,08/kg atau sebesar 94.13%. Nilai tambah produksi Tahu dipengaruhi oleh besarnya nilai output, harga bahan baku, dan nilai sumbangan input lain.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afni S, M. 2011. Analisis Nilai Tambah Keripik Sukun pada Perusahaan Citra Lestari Production Di Kota Palu Sulawesi Tengah. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Tadulako.

Asmara R, Seriawan B, Nurlia, W. 2011. Analisis Nilai Tambah dan Efesiensi Usaha Agroindustri Minyak Cengkeh. J. AGRISE. 11 (1): 51-54.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah. 2020. Provinsi Sulawesi Tengah Dalam Angka 2020.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah. 2020. Provinsi Sulawesi Tengah Dalam Angka 2020.

Dinda Yunita Yosifani, Ratna Satriani, Dindy Darmawati Putri. 2021. Nilai Tambah Kedelai Menjadi Tahu Kuning dan Faktor-faktor yang Memengaruhinya. 18: 101-111.

Fuad, M. 2001. Pengantar Bisnis. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. J. Ilmu-ilmu Pertanian Agroland. 4 (1): 31-37.

Fitriona. 2011. Pengertian Biaya. PT. Bina Aksara. Jakarta.

Godam. 2006. Pengertian Definisi Macam Jenis dan Penggolongan Industri Di Indonesia Perekonomian Bisnis.

Hayami, Ibnu Jati. 2005. Nilai Tambah Adalah Selisih Antara Komuditas yang Mendapatkan Perlakuan pada Tahap Tertentu dengan Nilai Korbanan yang Digunakan Selama Proses Berlangsung.

Kanna, V.N dan P. Reddy. 2016. Agribusinees Analysis of Onion in Ethtopia. IAARD Journals. 2 (1): 113-123.

La Sinaini. 2020. Analisis Nilai Tambah Kedelai dalam Usaha Pengolahan Tahu dan Tempe pada UD. Bintang Barokah Di Kabupaten Muna. Sport and Nutrition Journal. 3 (1): 32-38.

Muhsina, S. Masduki dan A A. Sa’diyah. 2012. Performasi Nilai Tambah Kedelai menjadi Tahu Di Kabupaten Sambas. 12 (1): 99-103.

Napitupulu. 2002. Pengembangan Kelembagaan Pedesaan untuk Agroindustri. Bogor. IPB Press.

Nasution. 2002. Pengembangan Kelembagaan Pedesaan untuk Agroindustri. Bogor. IPB Press.

Nurliana Lamusa. 2018. Strategi Pengembangan Usaha Tahu pada Industri Tahu Vivi Di Kota Palu. J. Agrotekbis. 6 (2): 217-224.

Published

2025-12-30

Issue

Section

Articles