EKSPLORASI ARTHROPODA YANG BERASOSIASI PADA TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU (Allium wakegi Araki)
DOI:
https://doi.org/10.22487/mhsx7h12Kata Kunci:
Arthropoda, Bawang Merah, Eksplorasi, KeanekaragamanAbstrak
Bawang merah merupakan suatu komoditas hortikultura penting karena menjadi sumber penghasilan masyarakat dan memberikan sokongan terhadap pembangunan ekonomi wilayah, sehingga banyak Di budidayakan di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Bawang merah kaya akan manfaat yaitu sebagai sumber vitamin, sebagai bumbu pelezat masakan dan sebagai obat. Salah satu kendala yang dihadapi dalam proses budidaya tanaman bawang merah adalah serangan hama yang berpotensi adanya kerusakan pada daun bawang merah. Hama utama yang menyebabkan adanya kerugian pada tanaman bawang merah yaitu hama Spodoptera. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas, keanekaragaman serta mengidentifikasi peran arthropoda yang berasosiasi pada tanaman bawang merah varietas Lembah Palu. Metode pengambilan data dilakukan dengan tiga teknik yaitu hand collecting, pitfal trap, dan yellow trap. Hasil penelitian menujukkan 1.282 individu. Arthropoda yang ditemukan di kelurahan Kayumalue Ngappa, yang terdiri dari 3 kelas yaitu insekta, arachnida, dan collembola, 10 ordo, 17 famili, dan 27 genus, 2.210 individu. Arthropoda yang ditemukan di kelurahan Tanamodindi, yang terdiri dari 3 kelas yaitu insekta, arachnida, dan collembola, 9 ordo, 16 famili, dan 22 genus, 2066 individu. Arthropoda yang ditemukan di Desa Watunonju, yang terdiri dari 3 kelas yaitu insekta, arachnida, dan collembola, 9 ordo, 14 famili, dan 22 genus dengan peran fungsional yang berbeda, seperti herbivora, parasitoid, predator, polinator, dan dekomposer. Hasil analisis di kelurahan Kayumalue Ngappa menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman (H’) berada pada kategori rendah (0,14), dengan indeks kemerataan (E) tinggi (0,72), dan indeks dominansi (D) rendah (0,41), di kelurahan Tanamodindi menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman (H’) berada pada kategori sedang (1,95), dengan indeks kemerataan (E) tinggi (0,61), dan indeks dominansi (D) rendah (0,25) di Desa Watunonju menunjukkan nilai indeks keanekaragaman sedang (2,28), indeks kemerataan tinggi (0,75) dan indeks dominansi rendah (0,14).
Unduhan
Referensi
Adibah, F., Fauzi, M. T., & Haryanto, H. 2023. Uji Konsentrasi Pestisida Nabati Ekstrak Daun Jarak Pagar Terhadap Hama Ulat Bawang Merah Spodoptera exigua Hubn. J. Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek. 2 (1): 91-99.
Alrazik, M. U., Jahidin, J., dan Damhuri, D. 2017. Keanekaragaman Serangga (Insecta) Subkelas Pterygota di Hutan Nanga-Nanga Papalia. J. Ampibi. 2 (1): 1-10.
Apriyani, S., Azzumar, P.M., & Wahyuni, S. 2021. Keragaman Hama pada Pertanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Di Kabupaten Pati. J. Litbang Provinsi Jawa Tengah. 13 (1): 13-20.
Aryanti, F., Amati, N., Lestari, D. W., Putra, A. W., & Abas, A. E. P. 2023. Struktur Komunitas Gastropoda pada Ekosistem Mangrove Di Pulau Panikiang. Bioma. J. Biologi Makassar. 8 (1): 7-15.
BPS, Direktorat Jenderal Hortikultura. 2019. Produksi Sayuran di Indonesia Tahun 2014-2019. Kementerian Pertanian.
Fahri, F., Rosa, H. O., & Aidawati, N. 2024. Keanekaragaman Arthropoda Permukaan Tanah pada Pertanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) pada Lahan Gambut yang Diaplikasikan Kulit Jengkol. J. Proteksi Tanaman Tropika. 7 (1): 764-769.
Hartono, R. 2024. Ambang Kendali Hama Tanaman Bawang Merah Dataran Tinggi. Makassar: CV. Tohar Media.
Himawan, M. R. P., Akbar, A., & Pramesti, Y. 2021, August. Pengembangan Rancangan Pengolahan Bawang Merah pada Alat Penggoreng untuk Kebutuhan Home Industry. In Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi). 5 (3) : 212-217.
Ikhwan & Rifqi Ariful. 2024. Arthropoda Kelas Crustacea. Indramayu: Adab CV.
Imangningtyas, D. 2016. Dasar-Dasar Ilmu Hewan. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia Press.
Ishak, L. 2022. Biologi Tanah. Syiah Kuala Banda Aceh: University Press.
Kaswi, N. 2025. Insecta: Ανατομι dan Klasifikasi. Parasitologi Dasar. Jawa Tengah : Eureka media aksara.
Muliani, I. Y. 2022. Parasitoid dan Predator Pengendali Serangga Hama. Sukabumi: CV. Jejak (Jejak Publisher).
Sartono Joko Santosa, M. P. 2024. Pengelolaan Hama Penyakit Tanaman. Surakarta: Unisri Press.
Setyowati, F., Susilowati, R., & Widiarti, D. 2019. Peran Musuh Alami dalam Pengendalian Hama Tanaman Jagung. J. Agroekosistem. 7 (2): 45-53.
Suryana, I. P. G. E., & Antara, I. G. M. Υ. 2021. Pengembangan Teknologi Informasi Geografi sebagai Media Eksplorasi Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas) Di Indonesia. J.l Sistem Informasi dan Komputer Terapan Indonesia (JSIKTI). 3 (4): 46-55.
Toana, M. H., & Wahid, A., Asmar, A. 2025. Keanekaragaman Arthropoda pada Tanaman Jagung (Zea mays).
Wahyuni, S. H., Kuswardani, R. A., & Noer, Z. 2025. Serangga Penyerbuk pada Tanaman Aren di Kabupaten Tapanuli Selatan. Banjarnegara: PT. Penerbit Qriset Indonesia.
Wiranegara, A., Hernando, A., Maghfyra, R., Farahyah, J. D., Setyaningrum, M. N., Kaisa, J. M., & Humaira, A. A. 2018. Dampak Penggunaan Lahan Terhadap Keanekaragaman Arthropoda pada Daerah Sekitar Situ Cisanti. J. Penelitian Kecil Proyek Ekologi. 1 (1): 1-11.
Zhang, Z. 2022. Functional Roles of Detritivorous Insects in Nutrient Cycling and Soil Fertility. Agricultural and Forest Entomology. 24 (3): 245–257.
