MODEL INFILTRASI DAN SIFAT FISIKA TANAH KEBUN DURIAN (Durio zibethinus Murr) DAN KELAPA SAWIT (Elea guineensis Jacq) DESA MINTI MAKMUR KABUPATEN DONGGALA

Penulis

  • Nur Islamiati
  • Uswah Hasanah

DOI:

https://doi.org/10.22487/sdqbbf22

Kata Kunci:

Sifat Fisika Tanah, Laju Infiltrasi Tanah, Tingkat Kesuburan Fisik Tanah, Topografi

Abstrak

Keberadaan air di bumi mengikuti suatu hukum alam yang disebut daur hidrologi. Daur hidrologi merupakan suatu konsep dasar tentang keseimbangan air secara global dan menunjukkan hal-hal yang berhubungan dengan air. Infiltrasi adalah proses masuknya air ke dalam tanah. Wilayah Kabupaten Donggala dilihat dari posisinya di permukaan bumi secara umum, terletak di kawasan hutan dan lembah pegunungan. Data Topografi Kabupaten Donggala menunjukkan bahwasanya dengan tingkat rentang kemiringan lebih dari 40 derajat serta daerah bergelombang sampai berbukit mencakup luas wilayah sebanyak 296.894 ha dengan pesentase sebesar 56,28% serta puncak curah hujan yang tinggi pada bulan Maret dengan 359 mm dan bulan Juni dengan 214 mm berdasarkan Data BPS 2020. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk mengetahui laju infiltrasi terhadap sifat fisika tanah pada lahan tanaman durian dan sawit yang ada di Desa Minti Makmur dan memberikan gambaran tentang laju infiltrasi atau masuknya air pada tanah kebun durian dan tingkat kesuburan fisik tanah. Metode pengambilan sampel tanah baik pada kebun durian maupun kebun kelapa sawit terletak masing-masing pada satu kelerengan yang dianggap mewakili kebun durian dan kelapa sawit. Pada lereng dibagi dalam tiga segmen yaitu bagian puncak, pundak dan lembah. Pada setiap segmen diambil 3 sampel tanah utuh dan tidak utuh masing berjarak 10 m sehingga pada setiap kebun diambil 3 x 3 = 9 sampel tanah utuh/tidak utuh. Jumlah total sampel tanah dengan demikian ada 18 sampel tanah utuh/tidak utuh. Untuk pengukuran infiltrasi dilakukan pada segmen yang sama dengan pengambilan sampel tanah, hanya saja penetapan titik pengamatan di setiap segmen diatur sedemikan rupa sehingga berada diantara dua tajuk pohon durian maupun kelapa sawit. Model infiltrasi kebun durian puncak tergolong paling lambat, model infiltrasi kebun durian pundak tergolong agak lambat dan model infiltrasi kebun durian lembah yakni agak lambat. Model infiltrasi kebun sawit puncak dalam tingkat sedang, tidak lambat namun juga tidak cepat. Model infiltrasi kebun sawit pundak cukup cepat jika di antara wilayah lainnya. Hasil analisis sifat fisika tanah  pada lahan durian didominasi tekstur liat, berporos baik, memiliki bahan organik dengan kriteria sedang dan bobot isi tergolong ringan. Kemudian pada lahan sawit didominasi oleh tekstur liat berdebu, porositas kriteria poros, bahan organik tinggi dan bobot isi tergolong ringan. Penelitian ini dapat membantu penelitian selanjutnya yang di mana penelitian tersebut lebih lengkap lagi baik dalam hal Fisika tanah Maupun Biologi dan juga Kimia Tanah. Sehingga kedepannya dapat dijadikan sumber informasi yang lebih lengkap.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Badan Pusat Statistik (BPS) Donggala. 2020. Statistik Daerah Kabupaten Donggala 2020. Publikasi Badan Pusat Statistik Donggala.

Basuki, S. 2006. Ilmu Ukur Tanah. Universitas Gadjah Mada Press.

Baso, M S. G. Uswah, U. dan Monde, A. 2014. Variabilitas Sifat Fisika Tanah dan C-organik pada Lahan Hutan dan Perkebunan Kakao (Theobroma Cacao L.) Di Desa Sejahtera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. e-J. Agrotekbis. 2 (6): 565-572.

Darmawijaya, dan Isa M. 1997. Klasifikasi Tanah: Dasar Teori Bagi Peneliti Tanah dan Pelaksana Pertanian di Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Delsiyanti, D. Widjajanto, dan U. A. Rajamuddin. 2016. Sifat Fisik Tanah pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Oloboju Kabupaten Sigi. J. Agrotekbis. 4 (3): 227-234.

Dewi, N., Kumala, dan Iwan, R. 2013. Identifikasi Alih fungsi Lahan Pertanian dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Daerah Pinggiran Di Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. J. Wilayah dan Lingkungan. 1 (2): 175-188.

Hadisusanto, N. 2011. Aplikasi Hidrologi. Yogyakarta. Mediautama.

Hakim, N. dan Agustina. 2006. Pengelolaan Kesuburan Tanah Masam dengan Teknologi Pengapuran Terpadu. Andalas University Press.

Hanafiah, K.A. 2014. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Hardjowigeno, S. 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Pressindo. Jakarta.

Hillel, D. 1998. Environmental Soil Physics. Elsevier. Sn Diego: Academic Press Inc.

Hardjowigeno, S. dan Widiatmaka. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Hardjowigeno, S. 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademika Pressindo. Jakarta.

Junaedi, H., 2010. Perubahan Sifat Fisika Ultisol, Akibat Konversi Hutan menjadi Lahan Pertanian. J. Hidrolitan.1 (2): 32-34. ISSN 2086-4825.

Nurhalimah, S., S. Nurhatika dan A. Muhibudin. 2014. Eksplolasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indigenous pada Tanah Regosol di Pemekasan Madura. J. Sains dan Seni Pomits. 3 (1): 32-34.

Nurpadilah, Deuis, F. 2012. Laju Infiltrasi pada Berbagai Jenis Penggunaan Lahan Di DAS Ciambulawung, Kampung Lebak Picung, Lebak-Banten. Skripsi. Program Studi Manajemen Sumberdaya Lahan Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian. Institut Pertanian. Bogor.

Rauf, A., Rahmawaty., dan H. Wijoyo. 2015. Kajian Karakteristik Lahan Kawasan Relokasi Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo sebagai Dasar Penggunaan Lahan Berbasis Pengelolaan DAS. J. Pertanian Tropik. 2 (1): 41-53.

Siringoringo, HH, 2013. Perbedaan Simpanan Karbon Organik pada Hutan Tanaman Acacia mangium Willd dan Hutan Sekunder Muda. J. Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 11 (1): 13-39. Diakses Tanggal 15 Maret 2021.

Suryatmojo, H. 2006. Konsep Dasar Hidrologi Hutan. Jurusan Konservasi Sumber Daya Hutan. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Waluyaningsih, S.R. 2008. Studi Analisis Kualitas Tanah pada Beberapa Penggunaan Lahan dan Hubungannya dengan Tingkat Erosi Di Sub DAS Keduang Kecamatan Jatisrono Wonogiri. J. Wilayah dan Lingkungan. 12 (3): 73-75.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-22

Terbitan

Bagian

Articles