PENGARUH DOSIS ABU SEKAM PADI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)

Penulis

  • Delfin. Y. Apuy
  • Abd. Hadid

DOI:

https://doi.org/10.22487/gdxa1v20

Kata Kunci:

Abu Sekam Padi, Tanaman Cabai Rawit, Pertumbuhan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari, dan mengetahui pengaruh dosis abu sekam padi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Mei 2021 di Desa Gimpu, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan abu sekam padi (A0) = 0 atau kontrol, (A1) = 1 ton/ha setara dengan 5,1 gram/polibag, (A2) = 2 ton/ha setara dengan 10,2 gram/polibag, (A3) = 3 ton/ha setara dengan 15,3 gram/polibag, (A4) = 4 ton/ha setara dengan 20,4 gram/polibag, (A5) = 5 ton/ha setara dengan 25,5 gram/polibag. Diulang 3 kali sehingga total keseluruhan terdapat 6 x 3 = 18 unit percobaan setiap unit terdiri dari 4 tanaman sehingga jumlah tanaman penelitian adalah 18 x 4 = 74 tanaman atau 74 polibag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis abu sekam padi memberikan pengaruh pada parameter tinggi tanaman, jumlah cabang produktif dan jumlah buah. Kesimpulanya yaitu perlakuan yang memberikan penggaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit diperoleh pada perlakuan abu sekam padi (A1) 1 ton/ha setara dengan 5,1 gram pada jumlah buah yaitu 112,87 buah.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Agromedia. 2008. Panduan Lengkap Budidaya dan Bisnis Cabai. Agromedia Pustaka. Jakarta. 190 hal.

Barchia, M.F. 2009. Agroekosistem Morfologi Akar sebagai Indicator Kekurangan Air pada Tanaman. J. Jurusan Biologi. FMIPA. Universitas Sam Ratulangi Manado. 3 (1): 35-37.

Bambang, Prasetio. 2013. Budidaya Sayuran Organik. Jakarta: Penebar Swadaya.

Departemen Pertanian [Deptan]. 2016. Basis Data Statistik Pertanian. Dalam http://aplikasi.Deptan.go.id. Diakses pada Tanggal 15 Juni 2011.

Direktorat Jenderal Hortikultura. 2018. Produksi Cabai Rawit Menurut Provinsi, Tahun 2014-2018. Departemen Pertanian. Badan Pusat Statistik. 11 hlm.

Febrynugroho. 2008. Manfaat Abu Sekam dan Sekam Padi. Agromedia. Jakarta. 101 hlm.

Gesperez, V. 2019. Metode Rancangan Pengaplikasian Dosis Abu Sekam Padi pada Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.). J. Hortikultura. 1 (3): 74-80.

Karim, H., Arifin, A.N., Suryani, A.I. 2016). Seleksi Bakteri Antagonis Asal Rizosfer Tanaman Cabai (Capsicum sp.) untuk Menekan Penyakit Layu Fusarium secara in Vitro. J. Sainsmat. 5 (2): 152-156 E-ISSN 2579-5686, ISSNp 2086-6755.

Mariono, E. Suprapti, dan Tyias. 2010. Pengaruh Dosis Abu Sekam Padi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.). J. Sains. 1 (14): 1-17.

Norhasanah. 2012. Deskripsi Varetas Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) Cakra Putih Terhadab Pemberian Abu Sekam Padi pada Tanah Rawa Lebak. Agroscientiae. 19 (1): 1-5.

Simanungkalit, E., H. Sulistyowati dan E. Santoso. 2012. Pengaplikasian Beberapa Dosis Abu Sekam Padi Terhadab Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.). J. Sains. 1 (1): 1-8.

Sukiyono, K. 2005. Faktor Penentu Tingkat Efisiensi Teknik Usaha Tani Cabe Rawit di Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong. J. Agro Ekonomi. 23 (2): 176-190.

Sulastri, S. 2013. Sintesis Silika Termodifikasi Sulfonat dari Abu Sekam Padi Melalui Proses Sol Gel sebagai Tukar Kation Logam Berat dalam Larutan. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta. 57 hlm.

Wahyuniartri A, Aini N, Heddy S. 2017. Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Dosis Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.). J. Produksi Tanaman. 5 (1): 84-91.

Yulfianti, C.E. 2011. Efek Sisa Pemanfaatan Abu Sekam Padi sebagai Sumber Silika (Si) untuk Memperbaiki Kesuburan Tanah. [Skripsi]. Padang (ID): Universitas Andalas. Padang.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-23

Terbitan

Bagian

Articles