Penangkaran Benih Jagung Provit- A Sebagai Upaya Penyediaan Benih Bermutu dan Berkesinambungan

Article History

Submited : October 28, 2022
Published : November 24, 2022

Benih varietas unggul bermutu merupakan batas atas produktivitas usaha tani. Ketersediaan benih bermutu dan tepat waktu akan mendorong percepatan pengembangan inovasi teknologi baru guna meningkatkan pendapatan dan produksi jagung nasional. Sebagian besar petani masih menggunakan benih jagung asalan berupa turunan hibrida dan komposit keturunan, kondisi ini mengakibatkan produksi jagung semakin menurun. Ketergantungan petani pada benih hibrida (satu kali tanam)  mengakibatkan penambahan biaya produksi. Untuk mengatasi ketersediaan benih bermutu jagung maka  dilakukan pelatihan pembuatan benih komposit (benih yang dapat tanam berulangkali). Jagung ProVit-A, merupakan jenis jagung komposit (bersari bebas namun telah mencapai keseimbangan genetik).

Kegiatan bertujuan untuk 1) mengaplikasikan dan menerapkan hasil penelitian perbenihan jagung, membantu Program Pemerintah dalam penyediaan benih bermutu, 2)  pemanfaatan kearifan lokal dan potensi Kelompok Tani Nagaya sebagai penyedia benih jagung komposit,  3) Sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Sinergisme Universitas Tadulako dan Badan Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulawesi Tengah. Hasil kegiatan : 1) Kelompok Tani Ta”ra Nagaya telah mengetahui dan memahami cara  penangkaran jagung ProVit-A, benih yang dihasilkan telah dibagikan kepada beberapa kelompok tani. 2) Benih yang dihasilkan telah disosialisasikan dan dibagikan pada saat pameran dalam rangka Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako yang ke 41. 3) Kelompok Tani dan Tim Pengabdi Faperta bekerjasama dalam membina beberapa kelompok tani di wilayah Kayumalue telah merintis usaha penangkaran benih jagung ProVit-A.

Maemunah, M., Samudin, S., Priyantono, E., Jeki, J., Yusran, Y., Mulyadi, M., Ardian, A., Fais, M., & Mustakim, M. (2022). Penangkaran Benih Jagung Provit- A Sebagai Upaya Penyediaan Benih Bermutu dan Berkesinambungan. MOSINTUVU: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 2(2), 49 - 56. https://doi.org/10.22487/monsituvu.v3i1.1477
Fulltext