Analisis Komparasi Pendapatan dan Risiko Pendapatan Petani Baby Buncis (Phaseolus vulgaris L) pada Petani Mitra dan Non Mitra di Kabupaten Semarang

Article History

Submited : September 9, 2021
Published : December 16, 2019

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kinerja usahatani, menganalisis perbedaan biaya produksi, jumlah produksi,  penerimaan, dan pendapatan serta menganalisis risiko pendapatan usaha tani baby buncis petani mitra dan non mitra di Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan pada Februari 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Metode penentuan jumlah responden pada petani mitra yaitu metode sensus dan metode penentuan jumlah responden petani non mitra yaitu kuota dengan jumlah masing-masing 35 petani. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan pencatatan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif, uji beda Independent Sample t-Test, dan koefisien variasi. Hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan secara nyata pada produksi dan pendapatan di petani mitra dan non mitra, serta tidak adanya berbedaan secara nyata pada penerimaan dan biaya usahatani di petani mitra dan non mitra. Koefisien variasi produksi dan pendapatan lebih besar di petani mitra daripada di petani non mitra. Koefisien variasi harga kecil di petani mitra daripada di non mitra.

Aini, H, N., F. E. Prasmatiwi dan W. D. Sayekti. 2015. Analisis pendapatan dan risiko usahatani kubis pada lahan kering dan lahan sawah tadah hujan di kecamatan gisting kabupaten tanggamus. Jurnal IIA. 3 (1) : 1 – 9.

Adusumilli, N., Wang, H., Dodla, S., & Deliberto, M. (2020). Estimating risk premiums for adopting no-till and cover crops management practices in soybean production system using stochastic efficiency approach. Agricultural Systems, 178, 102744. https://doi.org/10.1016/j.agsy.2019.102744

Badan Pusat Statistik Propinsi Jawa Tengah, 2018. Jawa Tengah Dalam Angka Tahun 2017. Semarang : Badan Pusat Statistik.

Bestari, S. A., B.M. Setiawan, dan T. Ekowati. 2017. Analisis kelayakan finansial usahatani bunga krisan di Daun Hijau Nursery Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang. J. Agromedia. 35 (2) : 64-71.

Djafri, M. S., Harianto, dan Y. Syaukat. 2016. Optimasi produksi usahatani sayuran organik ( Studi Kasus Yayasan Bina Sarana Bakti, Cisarua, Bogor). J. Agribusiness Forum. 6 (1) : 111-129

Ekowati, T., D. Sumarjono, H. Setiyawan, dan E. Prasetyo. 2014. Buku Ajar Usahatani. UPT UNDIP Press, Semarang.

Heriani, N.,W.A. Zakaria, A. Soelaiman. 2013. Analisis keuntungan dan risiko usahatani tomat di Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus. J.IIA. 1 (2) : 169-173

Husnan, S. dan Suwarsono. 1990. Studi Kelayakan Proyek Konsep, Teknik, dan Penyusunan Laporan. Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN, Yogyakarta.

Mohamed, I., Eid, K. E., Abbas, M. H. H., Salem, A. A., Ahmed, N., Ali, M., … Fang, C. (2019). Use of plant growth promoting Rhizobacteria (PGPR) and mycorrhizae to improve the growth and nutrient utilization of common bean in a soil infected with white rot fungi. Ecotoxicology and Environmental Safety, 171, 539–548. https://doi.org/10.1016/j.ecoenv.2018.12.100

Nadapdap, H. J. 2012. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengendalian kualitas baby buncis untuk memenuhi pasar ekspor. J. Agribisnis dan Pengembangan Wilayah. 4(1) : 1-12

Offayana, G. M., I.W. Widyantara, dan I. G. A. A. L. Anggreni. 2016. Analisis risiko produksi stroberi pada UD AgroMandiri di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. J. Agribisnis dan Agrowisata. 5(1) : 1-10

Purnaningsih, N. dan B. G. Sugihen. 2008. Manfaat keterlibatan petani dalam pola kemitraan agribisnis sayuran di Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan. 4(2) : 80-91.

Purnaningsih, N., B. Ginting, M. Slamet, A. Saefuddin, dan S. Padmowihardjo. 2006. Faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi inovasi pola kemitraan agribisnis sayur di Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan. 2(2) : 33-43.
Qonita, A. 2012. Motivasi kerja utama petani dalam kemitraan dengan Pusat Pengolahan Kelapa Terpadu di Kabupaten Kulon Progo. Jurnal SEPA. 9 (1) : 90-99

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Manajemen. Alfabeta. Bandung
Sumardjo. 2004. Teori dan Praktik Kemitraan Agribisnis. Penebar Swadaya. Jakarta.

Wibowo. 2007. Manajemen Kinerja. Edisi Kedua. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Wirawan, M. Y. dan S. Arka. 2015. Efektivitas program kemitraan BTDC dan dampaknya terhadap pendapatan dan penyerapan tenaga kerjaUMKM di Kabupaten Badung. J. EP. 4(10) : 1247-1275

Zhang, Y., Ju, G., & Zhan, J. (2019). Farmers using insurance and cooperatives to manage agricultural risks: A case study of the swine industry in China. Journal of Integrative Agriculture, 18(12), 2910–2918. https://doi.org/10.1016/S2095-3119(19)62823-6
Puspitaningrum, D., Ekowati, T., & Roessali, W. (2019). Analisis Komparasi Pendapatan dan Risiko Pendapatan Petani Baby Buncis (Phaseolus vulgaris L) pada Petani Mitra dan Non Mitra di Kabupaten Semarang. Agroland: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 26(3), 272 - 286. https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v26i3.1001
Fulltext