Fenomena Estrus Domba Betina Lokal Palu Yang Diberi Perlakuan Hormon Fsh

Article History

Submited : June 25, 2020
Published : June 25, 2020

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan informasi tentang pengaruh pemberian hormon FSH terhadap fenomena estrus domba betina lokal Palu. Penelitian ini menggunakan 8 ekor domba betina lokal dan 2 ekor domba jantan lokal sebagai pengusik dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan hormon FSH dan kelompok tanpa perlakuan hormon. Data kualitatif (gejala estrus) hasil pengamatan dianalisa secara deskriptif, data kuantitatif (lama estrus) dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji T. Hasil analisis statistik menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) antara ternak yang mendapat hormon FSH dan yang tidak mendapat hormon terhadap lama estrus. Penampakan gejala estrus lebih jelas terlihat pada ternak yang mendapatkan hormon FSH daripada ternak yang yang tidak mendapatkan hormon.

Blakely, J and D.H. Bade, 1998. Pengantar Ilmu Peternakan di Daerah Tropis. Terjemahan Judul Asli : The Science Of Animal Husbandry. Penerjemah Sigondono, B. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Duma, Y. Mirajuddin dan Sunaryanto, 2001. Meningkatkan Efisiensi Reproduksi Domba Lokal Palu melalui Aplikasi Flushing dan Teknologi Manipulasi Reproduksi. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Tadulako, Palu.

Duma, Y. dan S.H. Syukur., 2000. Profil Domba Ekor Gemuk Palu dan Silangannya dengan Merbas pada Penggembalaan Lembah Palu. Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian Universitas Tadulako, Palu.

Frandson, R.D., 1996. Anatomi dan Fsiologi Ternak. Terjemahan Judul Asli : Anatomy and Physiology Of Form Animals. Penerjemah :Srigandono, B., dan Praseno, K. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Hafes, E.S.E., 1993. Reproduction in Farm Animals. 6 ed. Lea and Febiger. Philadelphia, London.

Najamudin, 1998. Penggunaan Kombinasi Hormon Progesteron dan Estrogen dalam Menimbulkan Estrus dan Angka Kebuntingan pada Sapi Perah Bermasalah. Tesis. Program Pasca Sarjana IPB, Bogor.

Nalbandov, A.V., 1990. Fisiologi Reproduksi pada Mamalia dan Unggas. Terjemahan Judul Asli : Reproductive physiology Of Mammals and Bird. Penerjemah : Keeman, S. Universitas Indonesia, Jakarta.

Salmin, Herry, Mustafa dan Djoni., 2003. Aktivitas Ovarium Domba Betina Lokal Palu pada Kondisi Lapangan. Laporan Penelitian. Hibah Pekerti. Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Salmin, Sonjaya, H., Dj.P.Rahardja dan Mustafa. 2004. Aktivitas Ovarium Domba Betina Lokal Palu pada Kondisi Lapangan. Jurnal Agroland. Vol. 11 No.3

Sonjaya, H., 2002. Induksi Ovulasi dan Birahi melalui Penggunaan Hormonal dan Neeurohormonal pada Ternak Ruminansia. Makalah kursus singkat Teknologi Biologi Reproduksi dalam Meningkatkan Produktivitas Ternak. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Sonjaya dan Salmin, 2003. Produksi Hormon Steroid oleh Berbagai Ukuran Folikel Secara In-Vitro. Laporan Penelitian. Hibah Pekerti. Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyrakat. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Sugianto, Sumaryadi dan Haryati., 2001. Konsentrasi Estrogen Serum dengan Lama Birahi Domba Ekor Tipis yang Diinduksi PMSG. Jurnal Produksi Ternak Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Toelihere, M.R., 1985. Fisiologi Reproduksi Pada Ternak. Mutiara, Jakarta.
Ridwan, R. (2020). Fenomena Estrus Domba Betina Lokal Palu Yang Diberi Perlakuan Hormon Fsh. Agroland: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(3), 294 - 298. Retrieved from http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrolandnasional/article/view/238
Fulltext