Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis Yang Diberi Berbagai Bahan Organik Di Lahan Kering Daerah Palu

Article History

Submited : October 16, 2020
Published : June 16, 2006

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman jagung manis terhadap pemberian berbagai bahan organik dan waktu aplikasinya. Penelitian ini dilaksanakan di lahan kering yang lokasinya terletak dekat kawasan ex- arena MTQ Nasional di Kota Palu, dalam bentuk percobaan dengan metode rancangan acak kelompok. Perlakuan terdiri dari : (1) pemberian NPK, (2) bokashi sampah + tinja diberikan 1 minggu sebelum tanam (mst), (3) bokashi sampah + tinja diberikan 3 mst, (4) bokashi sampah + pupuk kandang 1 mst, (5) bokashi sampah + pupuk kandang 3 mst, (6) pemberian tinja 1 mst, dan (7) pemberian tinja 3 mst. Dosis pupuk organik yang diberikan 15 ton/ha dan dosis NPK masing-masing menggunakan pupuk urea 300 kg/ha, SP-36 200 kg/ha dan KCl 100 kg/ha. Peubah yang diamati dari aspek pertumbuhan tanaman meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, diamater pangkal batang dan kadar klorofil daun yang diamati pada umur 49 hari setelah tanam (hst). Peubah produksi yang diukur adalah : panjang dan diamater tongkol, berat segar tongkol dan kadar gula biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh peubah yang diamati.

Aiyen dan Fathurrahman. 2005. Akuisisi P dan Zn oleh tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) akibat pemberian pupuk hayati (Biofertilizer) dengan amelioran bahan organik. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian “Agroland” Vol. 12 (2) : 165-170.

Anonim, 2003. Pemetaan wilayah pengembangan komoditas agribisnis Kota Palu berdasarkan kesesuaian lahan. Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Palu.

Anshar, M.P. 2002. Respon tanaman jagung manis yang ditanam pada lahan kering terhadap pupuk bokashi limbah kulit buah kakao dan NPK-plus. Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian “Agroland” Vol. 9 (1) : 39-44.

Apryantono, A., D. Ferdiaz; N.L. Puspitasari; Sedarnawati dan S. Budiyanto. 1989. Analisis Pangan. PAU Pangan dan Gizi, Institut Pertanian Bogor.

Badan Pusat Statistik.2001. Luas lahan menurut penggunaannya di Indonesia tahun 2000. Jakarta. Indonesia.

Balai Penelitian Tanaman Jagung dan Serealia Lainnya. 2002. Laporan Tahunan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Balitjas, Maros.

Karama, A.S., A.R. Marzuki dan I. Manwan. 1990. Penggunaan poupuk organik pada tanaman pangan. Prosiding Lokakarya Nasional Efisiensi Pupuk. Cisarua 12 -13 Nopember.

Lolita, E.S. 2001. Serapan hara tanaman, pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai di lahan kering pada pemberian kombinasi pupuk hayati (Azospirilium brasilense, MVA dan Rhizobium sp.) dan pupuk anorganik urea, TSP. Majalah Ilmiah Pertanian “Agroteksos” Vol. 10 (4) : 310-318.

Priyatna, S, dan Mulyati, 2001. Ketersediaan hara posfat dan hasil tanaman ubi jalar di tanah vertisol yang diberi pupuk kandang kuda. Majalah Ilmiah Pertanian “Agroteksos” Vol, 11 (1) : 26-31.

Steel, R.G.D and J.H. Torrie. 1981. Principles and Prosedures of Statistic, Biometrical Approach. Mc-Graw Hill Book, Co., New York.

Stevenson, F.J. 1984. Humus Chemistry, Genesis-Composition-Reaction. John Willey and Sons. New York.

Tan, K.H. 1992. Dasar-dasar kimia tanah (Terjemahan : Didiek Hadjar Goenadi). Penerbit : Gadjahmada University Press, Yogyakarta.

Thalib, H. 2002. Pengaruh penggunaan beberapa jenis bahan organik dan pemberian nitrogen terhadap produksi pak coi pada lahan kering. Majalah Ilmiah Pertanian “Agroteksos” Vol . 12 (2) : 109-114.
Muhardi, M. (2006). Pertumbuhan Dan Hasil Jagung Manis Yang Diberi Berbagai Bahan Organik Di Lahan Kering Daerah Palu. Agroland: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 13(2), 140-144. https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v13i2.587
Fulltext