Minimisasi Biaya Produksi Kerajinan Rotan Pada Meubel Sumber Rotan Tohiti Di Kelurahan Tatura Utara Kecamatan Palu Selatan Kota Palu

Article History

Submited : February 9, 2021
Published : April 25, 2019

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar biaya minimum yang digunakan meubel sumber rotan tohiti sehingga memperoleh keuntungan yang maksimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Desember 2015, Jumlah responden sebanyak 5 orang, alat analisis yang digunakan yaitu analisis Linear Programming (Program Linier). Produk yang diambil meliputi Kerajinan kursi sofa, kursi makan, kursi santai, kursi malas dan sampiran. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa meubel sumber rotan tohiti mampu meminimumkan sampai sebesar Rp 1.732.768, dengan memanfaatkan sumberdaya yang  ada berupa bahan baku rotan, minyak penggoreng, dan tenaga kerja. Total pengunaan bahan baku rotan pada meubel sumber rotan tohiti untuk produk kursi sofa sebanyak 1.755 Kg, kursi makan sebanyak 1.240 Kg, kursi santai sebanyak 540 Kg, kursi malas sebanyak 156 Kg, dan sampiran sebanyak 84 Kg. Total pengunaan minyak penggoreng pada meubel sumber rotan tohiti untuk produk kursi sofa sebanyak 1.755 L, kursi makan sebanyak 1.240 L, kursi santai sebanyak 540 L, kursi malas sebanyak 156 L, dan sampiran sebanyak L. Total pengunaan tenaga kerja pada meubel sumber rotan tohiti untuk produk kursi sofa sebanyak 4.60 HOK, kursi makan sebanyak 4.60 HOK, kursi santai sebanyak 4.60 HOK, kursi malas sebanyak 4.40 HOK, dan sampiran sebanyak 4.20 HOK.

Muhdi. 2008. Prospek, Pemasaran Hasil Hutan Bukan Kayu Rotan. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/996/1/08E00709.pdf. Diakses Tanggal 11 Juni 2015.

Ngakan, dkk. 2006. Ketergantungan, Persepsi dan Partisipasi Masyarakat terhadap Sumberdaya Hayati Hutan. Center for International Forestry Research.Bogor.

Effendi A, 1985. Linear Programming. PT. Gramedia. Jakarta.

Erwinsyah. 1999. Kebijakan Pemerintah dan Pengaruhnya terhadap Pengusaha Rotan di Indonesia. Enviromental Policy and Institutional Strengthening IQC, OUT-PCE-I-806-00002-00

Kalima T dan Jasni, 2010. Tingkat Kelimpahan Populasi Spesies Rotan di Hutan Lindung Batu Kapar, Gorontalo Utara. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam. 6 (4) Hal 439-450. Bogor.

Idris M, 2015. Strategi Pengembangan Industri Meubel Rotan Irma Jaya Di Kota Palu. e-J. Agrotekbis 3 (2) : 247 – 254, ISSN : 2338 -3011.

Eskak E, 2014. Kajian Pengembangan Mebel Rotan Di Sumbawa Barat. Jurnal Dinamika Kerajinan Dan Batik, Vol. 31. No 1.
Fikri, M., Lamusa, A., & Sulaeman, S. (2019). Minimisasi Biaya Produksi Kerajinan Rotan Pada Meubel Sumber Rotan Tohiti Di Kelurahan Tatura Utara Kecamatan Palu Selatan Kota Palu. Agroland: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 26(1), 30 - 38. https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v26i1.732
Fulltext