KONTRIBUSI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L.)

Article History

Submited : June 10, 2022
Published : June 2, 2022

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontribusi  mikroorganisme lokal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada merah (Lactuca sativa L.) pada tanah bekas likuifaksi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Laboratorium Tanah Universitas Tadulako, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, dimulai pada bulan November tahun 2019 sampai bulan Januari tahun 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan satu faktor yaitu jenis MOL yang terdiri dari M0 : Tanpa MOL (kontrol), M1 : MOL bonggol pisang, M2 : MOL limbah buah papaya, M3: MOL rebung bambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mikroorganisme lokal (MOL) cenderung memperbaiki pertumbuhan tanaman, pertumbuhan dan hasil tanaman yang diberi MOL lebih baik dibandingkan tanaman yang tidak diberi MOL. Adapun MOL yang memberikan kontribusi terbaik dan nyata adalah MOL berbahan dasar bonggol pisang.

Aprillia, V., S., A. Darmawati, dan W. Slamet, 2018. Pertumbuhan dan produksi selada (Lactuca sativa L.) pada pemberian berbagai jenis pupuk organik. J-Agro Complex. Vol. 2(1):86-92.
Badan Pusat Statistika. 2018. Produksi Tanaman Tanaman Selada Di Indonesia Tahun 2016-2018.

Budiasih, 2009. Respon Tanaman Padi Gogo Terhadap Cekaman Kekeringan. Ganec Swara Edisi Khusus. Vol. 3(3): 22-27

Budiyanto, MAK. 2002. Mikrobiologi Terapan. Universitas Muhammadiyah Malang Press, Malang.

Cahyono, Bambang., 2005. Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani Selada. Cetakan I, Aneka Ilmu, Semarang.

Herniwati dan Nappu, B., 2018. Peran dan pemanfaatan mikroorganisme lokal (MOL) mendukung pertanian organik. Artikel ilmiah. Melalui https://sulsel.litbang.pertanian.go.id/ind/images/mendukung-pertanian-organik.pdf (diakses pada 25 Maret 2021).

Indrianasari, Y., 2016. Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) Secara Hidroponik Pada Media Pupuk Organik Cair Dari Kotoran Kambing Dan Kotoran Kelinci. [Publikasi Ilmiah]. Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Jumriani. K., Patang, Amirah, M., 2017. Pengaruh pemberian mol terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kangkung darat (Ipomea Reptans Poir). J-Pendidikan Teknologi Pertanian. Vol. 3:19-29.

Junaidi dan Moeljanto, B., 2017. Usaha peningkatan produksi tomat (Lycopersicum esculentum Mill) dengan pupuk organik cair (POC). Jurnal Agrinika. Vol. 3(1):29-43.
Kasmawati, 2017. Respon Pertumbuhan Sawi (Brassica Juncea L) Yang Diberi Mikroorganisme Lokal Dan Berbagai Bahan Organik . [Skripsi]. Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako.

Lingga, P. dan Marsono, 2013. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.

Mukti, W. A. (2008). Produksi Kompos Pelepah Pisang (Musa paradisiaca Linn) dengan Variasi Kadar Effective Microorganism dan Kotoran Sapi. [Skripsi]. Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Mulyono, 2016. Membuat MOL dan Kompos dari Sampah Rumah Tangga. Cetakan I, AgroMedia, Jakarta.

Palupi, P.,N., 2015. Ragam larutan mikroorganisme lokal sebagai dekomposter rumput gajah (Pennisetum purpureum) . Jurnal Ziraa’ah. Vol. 40(2):123-128.

Panjaitan, E., Silaen, S. Dan Rio, D., D., 2019. Respon pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.) terhadap pemberian pupuk kandang dan mikroorganisme lokal (MOL). Jurnal Agroteknologi dan Ilmu Pertanian. Vol. 4(1):1-10.

Pracaya dan Kartika, J., G., 2017. Bertanam 8 Sayuran Organik. Cetakan II, Penebar Swadaya, Jakarta.

Prihatini, I., 2012. Pengaruh Dosis Nitrogen Dan Cara Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Selada Keriting Merah (Lactuca sativa L.) Pada Sistem Pertanaman Vertikal. [Skripsi]. Fakultas Pertanian, Universitas Gajah Mada.

Rostikawati, R. T., D. N. Sari dan S. Kurniasih. 2012. Pengaruh Pemberian Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang Nangka Terhadap Produksi Rosella (Hibiscus sabdariffa L.). Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pakuan. Bogor.

Rukmana, 2007. Selada; Budidaya dan Pengelolaan Pasca Penen. Kanisius, Yogyakarta.

Salamah, Z., 2016. Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (Mol) Maja untuk Meningkatkan Kualitas Pertumbuhan Tanaman Sawi Cv. Tosakan. Prosiding Symbion (Symposium on Biology Education), Prodi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Ahmad Dahlan. 27 Agustus 2016. Yogyakarta. hal 695-710.

Salma, S., dan Purnomo, J., 2015 . Pembuatan MOL dari Bahan Baku Local sebagai Decomposer dan Pemacu Tumbuh Tanaman. Petunjuk Teknis MOL (Juknis MOL). Melalui www://http:balittanah.litbang.pertanian.go.id (diakses pada 20 Februari 2020).

Zulputra dan Hidayat, T., 2018. Respon tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) terhadap pemberian pupuk organik cair mikroorganisme lokal buah mangga. Jurnal Sungkai. Vol. 6(1):50-59.
Adawiyah, M., & Barus, H. N. (2022). KONTRIBUSI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA MERAH (Lactuca sativa L.). AGROTEKBIS : E-JURNAL ILMU PERTANIAN, 10(3), 607 - 116. Retrieved from http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/1322
Fulltext