PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI DALAM MENENTUKAN HARGA JUAL PADA IKM ASYIFA HERBAL DI TOJO UNA-UNA
Abstract
Industri Kecil dan Menengah Asyifa Herbal merupakan usaha minuman jahe merah instan dengan berbagai pilihan, seperti kopi jahe, susu jahe, kopi susu jahe, dan teh/wedang jahe. Selama ini, penetapan harga pokok produksi (HPP) dan harga jual dilkukan secara tradisional tanpa perhitungan biaya yang sistematis, sehingga beresiko menimbulkan ketidaktepatan dalam menentukan harga jual dan keuntungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis HPP dengan metode full costing serta menentukan harga jual menggunakan metode cost plus pricing. Penelitian ini dilakukan di Desa Sabo, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah pada bulan Februari hingga April 2025 dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pemilik dan dua karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh pemilik sebesar Rp15.918,99 per unit belum mencakup keseluruhan biaya. Menggunakan metode full costing HPP yang diperoleh lebih rinci setiap produk seperti Kopi Jahe Rp16.794,36 (76 gr), Susu Jahe Rp21.664,36 (120 gr), Kopi Susu Jahe Rp22.633,58 (130 gr), dan Teh/Wedang Jahe Rp14.334,97 (50 gr) per pcs. Sementara harga jual yang diterapkan sebelumnya adalah Rp20.000 per pcs untuk setiap varian kecuali Teh/Wedang Jahe harganya Rp18.000 per pcs dengan menetapkan margin 20%. Namun menerapkan cost plus pricing method dengan keuntungan 30% menunjukkan harga jual ideal yang lebih optimal per pcs yaitu Kopi Jahe Rp21.832,67 (76 gr), Susu Jahe Rp28.163,67 (120 gr), Kopi Susu Jahe Rp29.423,65 (130 gr), dan Teh/Wedang Jahe Rp18.635,47 (50 gr).