RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU (Allium cepa L.) TERHADAP BERBAGAI FREKUENSI PENYEMPROTAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI

Article History

Submited : March 4, 2021
Published : February 4, 2021

Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil bawang merah varietas lembah Palu terhadap berbagai frekuensi penyemprotan pupuk organik cair urin sapi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2019 sampai Mei 2019 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan  4 taraf  perlakuan frekuensi penyemprotan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu  I0 = kontrol, I1 = 3 kali (20, 30, dan 40 HST), I2 = 4 kali (15, 25, 35, 45 HST), dan  I3 = 5 kali (14, 21, 28, 35, 42 HST). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering total tanaman, jumlah umbi per rumpun, diameter umbi, panjang umbi, dan berat segar umbi per rumpun. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (Anova) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi penyemprotan pupuk organik cair urin sapi 4 kali sampai 5 kali menghasilkan tinggi tanaman terbaik 30,50 cm, jumlah daun 28,33 helai, luas daun 129,74 cm2, bobot kering total tanaman 13,14 g, jumlah umbi per rumpun 7,67 buah, diameter umbi 1,79 cm, panjang umbi 2,47 cm, dan berat segar umbi per rumpun 32,84 g.

Andayani, A.M., 2007. GAP Benih Tanaman Bawang Merah. Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi, Jakarta.
Arham, S. Samudin., dan I. Madauna, 2014. Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair dan Berbagai Jenis Mulsa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Varietas Lembah Palu. E-J. Agrotekbis 2 (3) : 237-248, Juni 2014. ISSN : 2338-3011.

Asroh, A. 2010. Pengaruh Takaran Pupuk kandang dan Interval pemberian Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Linn). Agronobis, Vol. 2. No. 4 September 2010.

Badan Pusat Statistik, 2014. Statistik Dalam Angka Provinsi Sulawesi Tengah.

Damanik, M. M. B., B.E. Hasibuan, Fauzi, Sarifuddin, dan H. Hanum. 2010. Kesuuran Tanah dan Pemupukan. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Elisabeth, D.W., M. Santoso., dan N. Herlina,. 2013. Pengaruh Pemberian Berbagai Komposisi Bahan Organik Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Jurnal Produksi TanamanVol 1. No. 3: 21-29.

Irawan, D. 2010. Bawang Merah dan Pestisida. Badan Ketahanan Pangan Sumatera Utara. Medan.http://www.bahanpang.sumutprov.go.id Diunduh 12 Mei 2019.

Islami T., dan Utomo. 1995. Hubungan Tanah, Air dan Tanaman. IKIP Semarang Press. Semarang.

Jamilah, Adrinal, I. Khatib, dan Nusyirwan. 2011. Reklamasi Tanah yang kena Dampak Limbah Bahan Baku Tambang Semen Melalui Pemanfaatan Pupuk Organik In Situ Untuk Meningkatkan Hasil Padi Sawah. In Seminar Nasional dengan Topik Pengembangan Pertanian terpadu Berbasis Organik Menuju Pembangunan Pertanian Berkelanjutan (pp. 172-189).

Lasmini, S.A., Z. Kusuma., M. Santosa dan A.L., Abadi. 2015. Application of organic and inorganic fertilizer improving the quality of shallot yield on dry land. Int. J. Sci. Tech. Res. 4 (4) : 243-246.

Limbongan, J. dan Maskar. 2003. Potensi Pengembangan dan Ketersediaan Teknologi.

Mukhlis, P. dan D. Anggorowati. 2011. Pengaruh Berbagai Jenis Mikroorganisme Lokal (MOL) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Pada Tanah Aluvial. Fakultas Pertanian. Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Napitupulu, D dan L. Winarto. 2009. Pengaruh Pemberian Pupuk N dan K terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara. J-Hort. 20 (1) : 22-35.

Nur, S. 2005. Tanggap Dosis Nitrogen dan Pemberian Berbagai Macam Bentuk Bolus terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Dinas Pertanian Kabupaten Brebes. Brebes.

Purnomo, Rudi dkk. 2013. Pengaruh Berbagai Macam Pupuk Organik dan Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Produksi Tanaman. Vol. 1 No. 3. Juli-2013. ISSN : 2338-3976.

Rahayu, E, dan N.V.A. Berlian, 1999. Bawang Merah. Penebar Swadaya. Jakarta, Hlm 4.
Rosmarkam, A. dan W. Y. Narsih. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta. 224 hal.

Supriyanto, S., M. Muslimin., dan Umar., H. 2014. Pengaruh Berbagai Dosis Pupuk Organik Cair urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Semai Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus (Roxb.) Havil). Jurnal Warta Rimba, 2(2).

Wijaya. W. A. 2008. Pengaruh Pupuk Organik Pertumbuhan Bibit Tembakau Virginia Di Persemaian Model Tray. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Winarso, S. 2005. Kesuburan Tanah Dasar Kualitas Tanah. Gava Media. Yogyakarta.

Zahrah, S. 2011. Aplikasi Pupuk Bokashi dan NPK Organik Pada Tanah Ultisol untuk Tanaman Padi Sawah dengan Sistem SRI (System of Rice Intensification). Jurnal Ilmu Lingkungan. 5 (2) : 114-129.
Demmasiga, H., Anshar, M., & Ramli, R. (2021). RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU (Allium cepa L.) TERHADAP BERBAGAI FREKUENSI PENYEMPROTAN PUPUK ORGANIK CAIR URIN SAPI. AGROTEKBIS : E-JURNAL ILMU PERTANIAN, 9(1), 94 - 103. Retrieved from http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/755
Fulltext