UJI KETAHANAN TERHADAP CEKAMAN SALINITAS PADA BERBAGAI KULTIVAR PADI GOGO (Oriza sativa L.) LOKAL SULAWESI TENGAH

Article History

Submited : June 25, 2021
Published : August 27, 2020

Tujuan dari penelitian ini yaitu, Untuk mengetahui respon perkecambahan padi (Oryza sativa L.) lokal Sulawesi Tengah terhadap cekaman salinitas, dan Untuk mengetahui batas toleran Kultivar padi lokal terhadap NaCl. Penelitian ini dilaksanakan di Labolatorium Ilmu dan Teknologi Benih dan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah kultivar padi lokal (K). Faktor kedua adalah konsentrasi NaCl (S). Dengan demikian didapatkan 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, sehingga didapatkan 36 unit percobaan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkatnya pemberian konsentrasi NaCl maka akan menurunkan kemampuan benih untuk dapat tumbuh. Kultivar Bansa Buo memiliki potensi tumbuh dan daya berkecambah terbaik dibandingkan kultivar lainnya, sedangkan kultivar Pulut Tas memiliki panjang akar, bobot kering kecambah dan respirasi terbaik dibandingkan kultivar lainnya. Ketahanan salinitas pada berbagai kulitivar padi lokal berada pada konsentrasi NaCl 1% yang ditunjukkan dengan daya perkecambahan benih diatas 80%. Terdapat interaksi antara Kultivar dan NaCl pada waktu berkecambah, kecepatan berkecambah dan bobot kering kecambah.

Agrawal, P.K. 1980. Seed Vigor : Concepts and Measurement. Division of Seed Science and Technology, Indian Agricultural Research Institute. New Delhi, India. 318 hal.

Doorenbos, J., A.H. Kassam, and C.I.M. Bentvelsen. 1979. Yield Response to Water. Food and Agriculture Organization of the United Nations.193 p.

Ferdianti, H. 2007. Uji Vigor Daya Simpan dan Vigor Kekuatan Tumbuh pada Beberapa Galur Gandum (Triticum aestivum L.).Skripsi. Program Studi Agronomi, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 38 hal

FOSTAT (Food And Agricultural Organization Statistic). 2009. Food And Agricultural Production. Www.Faostat.Fao.Org/Site/339/Default.Aspx. Diakses Pada Tanggal 15 Mei 2017.

Johnson, R.E. 1991. Salinity resistance, water relations, and salt content of crested and tall white grass accessions. Crop Sci. 31:730 - 734.

Levitt, J. 1980. Responses of Plant to Environmental Stresses.2nd Edition.Academic Press. New York. 607 p.

Mass, E.V. and G.J. Hofmann. 1998. Crop salt tolerance – current assessment. Journal Irrigation Divison. 2: 115-134.

Munns R, Tester M. 2008. Mechanism of salinity tolerance. Annu Rev Plant Biol.
59:651–881.

Rahmawati. 2006. Status perkembangan dan perbaikan genetik padi menggunakan teknik transformasi Agrobacterium. Agrobiogen 2:364-375.

Rahmitasari, D. 2011. Analisis Kadar Air Benih.BBPPTP Surabaya.

Sadjad, S. 1975. Teknologi Benih dan Masalah Uji Viabilitas Benih. Hal : 127- 145. Dalam S. Sadjad (Ed.). Dasar-Dasar Teknologi Benih, Capita Selecta. Departemen Agronomi, Institut Pertanian Bogor, Biro Penataran. Bogor. 216 hal.

Sadjad, S. 1993. Dari Benih kepada Benih, PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.Jakarta.144 hal.

Sutopo, L. 2004. Teknologi Benih. (Revisi ke-6).PT Raja Grafindo Persada. Jakarta. 238 hal.

Suwarno. 1985. Pewarisan dan Fisiologi Sifat Toleran terhadap Salinitas pada Tanaman Padi. Disertasi. Program Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 87 hal.

Tatipata, A., P. Yudono, A. Purwantoro, W. Mangoendidjojo. 2004. Kajian aspek fisiologi dan biokimia deteriorasi benih kedelai dalam penyimpanan. Ilmu Pertanian 11 (2):76-87.

Toha, H.M. 2005. Padi Gogo dan Pola Pengembangannya.Balai Penelitian Tanaman padi.Subang.48 hal.

Winarno, F.G, Aman M, 1981. Fisiologi Lepas Panen. Sastra Hudaya. Jakarta. 97 hal.
Dahono, B., Adelina, E., & Lapanjang, I. (2020). UJI KETAHANAN TERHADAP CEKAMAN SALINITAS PADA BERBAGAI KULTIVAR PADI GOGO (Oriza sativa L.) LOKAL SULAWESI TENGAH. AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-Journal), 8(4), 950 -. Retrieved from http://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/819
Fulltext