Analisis Peranan Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan pada Perekonomian Kabupaten Deli Serdang

Article History

Submited : September 9, 2021
Published : December 16, 2019

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi setiap subsector pertanian, kehutanan, dan perikanan dan menganalisis pergeseran pertumbuhan sektor pertanian, serta menganalisis subsektor yang menjadi unggulan dalams ektorpertanian, kehutanan dan perikanan, pada struktur perekonomian di Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) analisis yaitu: typology klassen (TK), loqation question (LQ) dan shift share (SS). Analisis TK menunjukkan bahwa kabupaten Deli Serdang termasuk daerah yang mempunyai potensi untuk berkembang dan tumbuh secara ekonomi dalam sector pertanian di Sumatera Utara. Analisis LQ menunjukkan bahwa pada subsector tanaman pangan, perkebunan semusim, tanaman hortikultura tahunan dan lainnya, peternakan, jasa pertanian dan perburuan, serta perikanan merupakan subsector unggulan di Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan analisis SS menunjukkan bahwa pada subsector tanaman hortikultura semusim dan subsector kehutanan dan penebangan kayu mempunyai daya saing yang tinggi dan berpotensi untuk maju dan tumbuh yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Deli Serdang.

Abidin, Z. (2015). Aplikasi Analisis Shift Share pada Transformasi Sektor Pertanian dalam Perekonomian Wilayah di Sulawesi Tenggara. Informatika Pertanian, 24(2), 165–178.

Agustono. (2013). Analisis Sektor Pertanian Ditinjau Dari Peran Terhadap Pertumbuhan Dan Stabilitas Produk Domestik Regional Bruto Di Provinsi Jawa Tengah. Sepa, 9(2), 283–296.
Arifin, T., Amri, S. N., & Suryawati, S. H. (2018). Analisis Tipologi Wilayah Dalam Mendukung Pengembangan Minapolitan Di Provinsi Gorontalo. Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 3(1), 27. https://doi.org/10.15578/jksekp.v3i1.14

Atmaja, H. K., & Mahalli, K. (2015). Pengaruh peningkatan infrastruktur terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Sibolga. Jurnal Ekonomi dan keuangan, 3(4), 350–265.

Basuki, A. T., & Gayatri, U. (2009). Penentu Sektor Unggulan dalam Pembangunan daerah: Studi Kasus di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan, 10(1), 34–50.

BPS. (2018a). Produk domestik regional bruto Kabupaten Tapanuli Tengah menurut lapangan usaha. Medan: Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumatera Utara.

BPS. (2018b). Produk domestik regional bruto Provinsi Sumatera Utara menurut lapangan usaha 2013-2017. Medan, Sumater Utara: Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara.

College de France, Aghion, P., Bergeaud, A., London School of Economics, Boppart, T., IIES, Federal Reserve Bank of San Francisco. (2017). Missing Growth from Creative Destruction. Federal Reserve Bank of San Francisco, Working Paper Series, 01–40. https://doi.org/10.24148/wp2017-04

Goschin, Z. (2014). Regional Growth in Romania after its Accession to EU: A Shift-share Analysis Approach. Procedia Economics and Finance, 15(2004), 169–175.

Guskey, T. R. (1981). Measurement of the Responsibility Teachers Assume For Academic Successes and Failures in the Classroom. Journal of Teacher Education, 32(3), 44–51. https://doi.org/10.1177/002248718103200310

Hendayana, R. (2003). Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Jurnal Informatika Pertanian, 12(2), 1–21.

Hodgkinson, A. (2005). Location quotients and shift-share analysis: A low cost approach to regional development planning. Proceedings of the 29th Annual Economic and Regional Development Conference, 299–312.

Iyan, R. (2014). Analisis Komoditas Unggulan Sektor Pertanian di Wilayah Sumatera. Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan, IV(11), 215–235.

Jones, C. I. (2016). The Facts of Economic Growth. Dalam Handbook of Macroeconomics (Vol. 2, hlm. 3–69). https://doi.org/10.1016/bs.hesmac.2016.03.002

Kalaba, Y., Laapo, A., Program, M., Magister, S., Pascasarjana, A., Tadulako, U., … Tadulako, U. (2018). PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN SUB SEKTOR PERTANIAN TERHADAP SEKTOR PERTANIAN DI KABUPATEN PARIGI MOUTONG. J. Agroland, 25(April), 30–40.

Knudsen, D. C. (2000). Shift-share analysis: Further examination of models for the description of economic change. Socio-Economic Planning Sciences, 34(3), 177–198.

Kremen, C., Iles, A., & Bacon, C. (2012). Diversified Farming Systems: An Agroecological, Systems-based Alternative to Modern Industrial Agriculture. Ecology and Society, 17(4), art44. https://doi.org/10.5751/ES-05103-170444

Lee, Y., & Gordon, R. H. (2005). Tax structure and economic growth. Journal of Public Economics, 89(5–6), 1027–1043. https://doi.org/10.1016/j.jpubeco.2004.07.002

Leeuwen, B. Van, & Földvári, P. (2016). The Development of Inequality and Poverty in Indonesia, 1932–2008. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 52(3), 379–402.

Mulyono, J., & Munibah, K. (2016). Pendekatan location quotient dan shift share analysis dalam penentuan komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Bantul. Jurnal Informatika Pertanian, 25(2 Desember), 221–230.

Munandar, T. A., & Wardoyo, R. (2015). Fuzzy-Klassen Model for Development Disparities Analysis based on Gross Regional Domestic Product Sector of a Region. International Journal of Computer Applications, 123(7), 17–22.

Novitasari, R., Herdiansah S, D., & Pardani, C. (2015). ANALISIS KINERJA SEKTOR PERTANIAN DALAM PEREKONOMIAN WILAYAH DI KOTA BANJAR. Jurnal Imliah Mahasiswa AGROINFO GALUH, 2 Nomor 1, 41–48.

Oktavia, Z., Hadi Darwanto, D., & Hartono, S. (2017). Sektor Pertanian Unggulan di Sumatera Selatan. AGRARIS: Journal of Agribusiness and Rural Development Research, 1(2), 61–69. https://doi.org/10.18196/agr.129

Pantow, P. & W. (2015). Analisis Potensi Unggulan Dan Daya Saing Sub Sektor Pertanian Di Kabupaten Minahasa. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 15(04), 100–112.

Priangga, A. (2016). Analisis potensi pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Karanganyar 2009-2013. Economics Development Analysis Journal, 5(3), 287–296.

Puspitawati, L. T. (2013). Analisis perbandingan faktor-faktor penyebab ketimpangan pembangunan antar kabupaten/kota di kawasan kedungsapur. Economic Development Analysis Journal, 2(2), 1–16.

Rasyid, A. (2016). Analisis potensi sektor potensi pertanian di Kabupaten Kediri Tahun 2010-2014. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 14(02), 100–111.

Ratnasari, E. D. (2014). Sectors analysis and determination of GDP forming leading sector in district Kebumen. Jurnal Fokus Bisnis, 13(01), 1–29.

Ridlo, A. R., & Susilowati, D. (2018). Analisis sektor pertanian, kehutanan, perikanan terhadap PDRB di kabupaten lamongan. Jurnal Ilmu Ekonomi, 2(Jilis 1), 14–25.

Rizani, A. (2017). Analisis potensi ekonomi disektor dan subsektor pertanian, kehutanan dan perikanan Kabupaten Jember. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(2), 137–156.

Sari, S. R. (2018). Kontribusi Sektor Pertanian Dalam Struktur Ekonomi Di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Jurnal AGRISEP : Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 17(2), 175–186. https://doi.org/10.31186/jagrisep.17.2.175-186
Supriyadi, B., Bahrullah, A., & Djazuli, A. (2016). Analysis of Social Economics District Proliferation in Indonesia. The IAFOR International Conference on the social science-Dubai 2016, 1–9.

Tumangkeng, S. (2018). ANALISIS POTENSI EKONOMI DI SEKTOR DAN SUB SEKTOR PERTANIAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN KOTA TOMOHON. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi, 18(01), 127–138.

Wardhana, D., Ihle, R., & Heijman, W. (2017). Agro-clusters and Rural Poverty: A Spatial Perspective for West Java. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 53(2), 161–186.
Widya Sari, F. W. A., & Br Bangun, R. H. (2019). Analisis Peranan Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan pada Perekonomian Kabupaten Deli Serdang. Agroland: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 26(3), 198 - 211. https://doi.org/10.22487/agrolandnasional.v26i3.994
Fulltext