EFEKTIVITAS CENDAWAN Gliocladium sp. TERHADAP Colletotrichum capsici PENYEBAB PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.)

Authors

  • fera fera 1) Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
  • Irwan Lakani 2) Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu Jl. Soekarno-Hatta Km9, Tondo-Palu 94118, Sulawesi Tengah. Telp. 0451-429738
  • Asrul Asrul 2) Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu Jl. Soekarno-Hatta Km9, Tondo-Palu 94118, Sulawesi Tengah. Telp. 0451-429738
  • Desi Wahyuni Arsih Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu Jl. Soekarno-Hatta Km9, Tondo-Palu 94118, Sulawesi Tengah. Telp. 0451-429738

DOI:

https://doi.org/10.22487/agrotekbis.v13i2.2547

Keywords:

Cabai, Antraknosa, Colletotrichum capsici, Gliocladium sp.

Abstract

Cabai merah termasuk tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, namun kendala yang sering ditemui pada saat melakukan budidaya cabai merah yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh cendawan Colletotrichum capsici. Salah satu jenis cendwan yang berperan sebagai agen antagonis yang dapat menekan petumbuhan cendawan patogen ialah Gliocladium sp. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis Gliocladium sp. yang efektif dalam menekan keparahan dan intensitas serangan penyakit antraknosa pada buah cabai merah besar (Capsicum annum L). Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan dan di Rumah Kasa, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu yang berlangsung pada bulan Februari sampai Oktober 2024. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 6 perlakuan dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 18 unit percobaan yang diamati melalui pemberian dosis 10 ml/polybag, 20 ml/polybag, 30 ml/polybag, 40 ml/polybag, dan 50 ml/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan dengan berbagai dosis Gliocladium sp. berbeda nyata dengan kontrol dimana perlakuan yang efektif dan efisien dalam menekan keparahan penyakit antraknosa diperoleh pada perlakuan P4 yaitu dosis 40 ml/polybag. Sedangkan pengamatan intensitas serangan penyakit menunjukkan bahwa pada pengamatan 104 HST, pemberian perlakuan berupa Gliocladium sp. berbeda nyata dengan tanaman kontrol. Dimana perlakuan P4 yaitu pemberian Gliocladium sp. dengan dosis 40 ml/polybag merupakan perlakuan yang paling efektif dan efisien dalam menakan intensitas serangan penyakit antraknosa pada cabai merah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Downloads

Published

2025-06-04

Issue

Section

Articles