PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN PGPR AKAR BAMBU TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT MOLER SERTA PRODUKSI PADA BAWANG WAKEGI (Allium x wakegi Araki)

Authors

  • Siska Jumiati
  • Rosmini Rosmini Dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu

Keywords:

Plant Growt Promothing Rhizobacteria, NPK, Penyakit Moler

Abstract

Bawang Wakegi (Allium wakegi x araki) merupakan salah satu komoditas unggulan spesifik Sulawesi Tengah. Penggunaan mikroorganisme sebagai agensi hayati berpotensi tinggi menekan pertumbuhan patogen diareal tanaman budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk pengendalian penyakit moler pada tanaman wakegi dengan menggunakan egensi hayati pupuk NPK dan Plant Growt Promothing Rhizobacteria (PGPR) akar bambu. Penelitian ini bertempat di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi, Palu Sulawesi Tengah. Dimulai bulan November 2019 sampai Januari 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri atas 6 perlakuan dan 3 ulangan dengan demikian terdapat 18 unit percobaan. Parameter pengamatan adalah kerjadian penyakit moler, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan produksi,. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji anova perlakuan yang berpengaruh akan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) 5%. Berdasarkan hasil  yang diperoleh dalam penelitian ini dapat disimpulkan penggunaan pupuk NPK 100% berpengaruh nyata terhadap tinngi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan. Kejadian penyakit moler tertinggi terjadi pada perlakuan K0 (100% NPK), kombinasi NPK dan PGPR dapat menekan kejadian penyakit moler, perlakuan terbaik dalam menekan kejadian penyakit moler pada bawang wakegi adalah  perlakuan K4  (NPK 20% dan PGPR 80%), produksi tertinggi  pada perlakuan K1 (NPK 80% dan PGPR 20%) yaitu dengan berat segar 11,8 ton/ha dan berat kering 8,6 ton/ha.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Downloads

Published

2021-04-30

Issue

Section

Articles